Selasa, 27 Maret 2018 09:40:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma
KIJP Peduli Pendidikan Anak Pulau
Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) adalah perkumpulan relawan yang peduli pada pendidikan dasar anak pulau di Indonesia.
Foto : Wildan Kusuma
 

KEBAYORAN - Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) memang belum terlalu sering terdengar di dunia pendidikan anak Indonesia. Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan para anggota KIJP untuk ikut memajukan pendidikan dasar anak-anak pulau di Indonesia.

Ya, KIJP merupakan perkumpulan para relawan terdiri dari para pekerja profesional yang peduli terhadap pendidikan dasar anak pulau di Indonesia. Misinya, bisa memberikan inspirasi kepada anak-anak yang tinggal di Kepulauan di Indonesia.

Komunitas yang terbentuk sejak 2014 ini ternyata sudah berkunjung ke Sekolah Dasar di banyak Kepulauan, khususnya Pulau Seribu, DKI Jakarta, untuk memberikan pengajaran (batch). Setelah itu, mereka menambahkan agenda di 2017 yaitu Camp Anak Pulau, dengan memilih 1 orang anak dan 1 orang guru untuk diajak berkunjung ke Jakarta.

"Di level SD itu adalah pembentukan karakter, awalnya memang ada yang ikut di jakarta, tapi kita fokus lagi di kepulauan. karena setelah mulai kunjungan di 2014, ternyata walaupun kepulauan seribu mereka dekat di jakarta itu tapi mereka dapat akses yang berbeda. akses informasinya berbeda, akses pendidikan, kemudian akses hak2 untuk pendidikan itu ternyata berbeda," ujar Head External Affairs Bunga Noladika kepada Infonitas.com.

"Akhirnya kita fokus di kepulauan, karena kami lihat belum ada yang fokus ke situ. awalnya kita ke pulau tidung, jadi awalnya itu kita nama programnya batch, itu artinya proes mengajar. jadi bukan hanya mengajar dinkelas, tapi juga ke lingkungan dan masyarakat sekitar," lanjutnya.

Menurut Bunga, sejauh ini program  KIJP terus bertambah yaitu Camp Anak Pulau. Secara teknis, anggota KIJP lebih mengetatkan regulasi peserta untuk program Camp Anak Pulau. Para peserta harus melewati penilaian tim psikolog yang nantinya setiap sekolah hanya dipilih satu anak untuk diajak ke program tersebut.

"Capaiannya, baru mulai mengajar di pulau, dan akhirnya di 2017 ada Camp Anak Pulau. Kami review, ternyata experience learning itu sangat berpengaruh bagi anak-anak. Kalau Camp Anak Pulau, kita pilih 1 sekolah 1 anak, hanya 17 anak yang terpilih. Mereka harus melewati penilaian dari tim psikolog," katanya.

Pertimbangannya karena kegiatan ini sifatnya voluntering sehingga menggunakan dana sendiri dan donasi.  Alasan lainnya, komunitas ini ingin anak-anak yang ikut kegiatan ini tidak cuma-cuma. Mereka akan digali potensinya dengan asesmen dan menginformasikan ke adik kelasnya tentang program camp ini. “17 anak dan 17 guru pendamping. Jadi selain mendampingi, kita kasih workshop kepada gurunya tentang pengajaran," terang Bunga.

Dukungan dari pihak pemerintah sejauh ini cukup membantu niat baik anggota KIJP. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan cukup mempermudah akses merekamasuk ke sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan di Indonesia. "Pemerintah bantu dukung kami dari dinas pendidikan utk masuk ke kepulauan seribu, mengumpulkan guru utk akses ke sekolah," tandasnya.

Pihaknya justru tidak selalu membuka pintu bantuan kepada pihak swasta. Menurutnya, hal itu agar tak ada kepentingan dalam menjalankan pendidikan anak pulau. "Jadi kalau batch, kita sengaja tidak membuka bantuan agar tidak ada kepentingan. Tapi kalau setelah batch kan ada pameran, baru kita membuka bantuan sponsor, kemudian Camp Anak Pulau ini juga kami membuka bantuan sponsor," katanya.

Bunga berharap, ke depan agar komunitas ini terus berkembang dan tetap ada untuk memajukan pendidikan anak-anak pulau. "Karena ini basenya voluntering semoga terus ada dengan kegiatan kami. kedua, supaya kita punya kontibusi yang bisa membantu anak. Untuk pemerinah bisa menyamaratakan akses yang memang sulit dijangkau. Terbukanya akses informasi baik internet dan listriknya juga masih terbatas, dan tenaga pengajar," pungkasnya.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda