Kebayoran > Komunitas

Jokowi dan Anies Tampak Kompak Tinjau Pelican Crossing

Jumat, 03 Agustus 2018 09:39 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

pelican crossing
Sumber foto @aniesbaswedan.
Foto : istimewa

Share this








Jokowi, Anies Baswedan, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pelican crossing.

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelican crossing di kawasan Bundaran HI, Kamis (2/8/2018) sore. Didampingi langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) Basuki Hadimuljono

“Bagus-bagus, sebetulnya fasilitas pelican crossing ini kan memudahkan masyarakat agar untuk tidak usah naik tinggi-tinggi yang pertama. Yang kedua, dilihat dari sisi estetika, JPO itu kalo di sini ya ganggu. Kalau gak ada wah lebih cantik, lebih indah,” tutur Jokowi di lokasi. 

Saat keduanya ingin menyeberangi pelican crossing tersebut, Jokowi mendapat kejutan dari Anies karena Aliyah Rasyid Baswedan yang tidak lain adalah ibunda Anies ikut menghadiri peninjauan itu. Bahkan Aliyah dijadikan contoh bahwa pelican crossing cocok untuk penyandang disabilitas, di mana Aliyah melintas menggunakan kursi roda.

Mendapati kejutan tersebut, Jokowi memberikan respon baik dan langsung menyambut hangat kedatangan ibunda Anies tersebut dengan mencium kedua tangannya tanpa ragu-ragu. Tidak selang lama ketiganya terlihat berbincang-bincang, namun sayangnya awak media tidak mengetahui perbincangan itu karena tidak diperbolehkan mendekat.

”Ini kebetulan saya ajak IBU (Aliyah) lihat pelican crossing, dia belum pernah lihat dan saya janji sore ini. Kok ndilalah (tanpa disengaja) kok pak Presiden (Jokowi) mau lihat, jadi ya sama sama,” kata Anies.

Sebelumnya, Anies mengungkapkan alasan mengganti JPO dengan pelican crossing karena menggangu pemandangan dari Monumen Selamat Datang yang menjadi simbol kota Jakarta. Saat Asian Games berlangsung, wisatawan baik lokal maupun Internasional yang sengaja datang ke Jakarta bisa dengan lebih leluasa melihat monumen tersebut. 

Ia beranggapan pembangunan Monumen Selamat Datang memang sengaja dibuat untuk memberi kesan kepada para pendatang. Namun, sejak ada keberadaan JPO, visualisasi dari monumen terlihat tidak lebih esensi dibandingkan sebelumnya.