Jumat, 13 Juli 2018 18:59:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Ichwan Hasanudin
Indonesia Butuh Banyak SDM Data Scientist
Wakil Rektor UMN Andrey Andoko saat memberikan pemaparan mengenai kebutuhan industri di Indonesia akan ahli Big Data Analisis di Pondok Indah.
Foto : Ichwan
 

PONDOK INDAH - Presiden Joko Widodo memprediksi Indonesia bisa menjadi pasar potensial e-commerce terbesar pada 2020. Dalam industri itu, SDM data scientist menjadi sangat diperlukan. 

Menurut riset McKinsey & Company, pada tahun 2018 diperkirakan ada kebutuhan 140 ribu - 190 ribu data scientist yang harus dipenuhi. Sementara perusahaan IBM juga memperkirakan akan ada kenaikan kebutuhan data scientist hingga 28 persen pada tahun 2020.

Wakil Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Andrey Andoko mengatakan di Indonesia belum diketahui secara pasti berapa jumlah data scientist yang ada saat ini. Namun, untuk ke depannya, SDM data scientist sangat dibutuhkan dalam bisnis. 

Menurutnya, data is the new oil. Artinya, data menjadi harta karun yang nilainya sangat luar biasa karena dapat diolah dan didapatkan berbagai macam informasi yang sangat berguna untuk mendukung bisnis.

"Dalam bisnis data bisa diolah menjadi keputusan pengembangan bisnis atau ingin membuka peluang bisnis baru. Industrinya bisa apa saja," katanya, dalam acara Halal Bihalal yang digelar UMM bersama awak media di Cozyfield Pondok Indah, Jumat (13/7/2018).

Baca Juga

Berikan Komentar Anda