Kebayoran > Komunitas

Clean Up Jakarta Day Gencar Membersihkan Sampah

Selasa, 01 Agustus 2017 14:11 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Gerakan Sosial Clean Up Jakarta Day
Gerakan Sosial Clean Up Jakarta Day
Foto : istimewa

Share this








Gerakan sosial Clean Up Jakarta Day gencar membersihkan sampah sejak 2013. Hal ini didasari minimnya tingkat kepedulian masyarakat Jakarta terhadap sampah

JAKARTA  - Tingginya volume sampah di Jakarta masih menjadi permasalahan serius yang belum bisa diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Tak heran, beberapa fasilitas publik masih dipenuhi sampah yang berserakan.

Kurangnya kepedulian masyarakat menjadi salah satu faktor penyebabnya. Bayangkan, tiap harinya, warga Jakarta memproduksi sekitar 6.700 ton sampah. Dari jumlah tersebut, lebih dari 80 persen sampah yang dihasilkan dibuang ke Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. 

Berawal dari keprihatinan ini, gerakan sosial dengan nama Clean Up Jakarta Day (CUJD) terbentuk untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. CUJD juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

"CUJD adalah sebuah gerakan sosial yang ada dibawah naungan Indonesia Expat. Terbentuknya CUJD ini sendiri, awalnya di inisiasi oleh Angela Richardson yang mulai ada sejak 2013," kata Koordinator CUJD, Agustina saat berbincang dengan infonitas.com di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).

CUJD melihat bahwa tingkat kepedulian masyarakat Jakarta dalam hal pemilahan sampah belum begitu baik. Dan yang terjadi saat ini, semua sampah itu dibuang di satu tempat tanpa dipilah mana sampah jenis recyclable dan non recyclable. 

Padahal, menurut Agustina, jika sampah tersebut dipilah mulai dari sumbernya, mungkin lebih dari 70 persennya bisa didaur ulang melalui bank sampah yang ada di Jakarta. 

"Melalui CUJD ini, kami memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara memilah sampah. Kami juga libatkan pemerintah yang dalam hal ini Dinas Kebersihan dan pengurus bank sampah yang ada di Jakarta," terangnya.

Maka itu, tiap tahunnya sejak 2013 lalu, CUJD rutin mengadakan gerakan pungut sampah di berbagai titik di Ibu Kota. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, perusahaan, dan sekolah-sekolah yang ada di Jakarta.

"Kegiatan ini dilakukan secara massive di puluhan titik lokasi yang tersebar di seluruh Jakarta. Tahun 2016 lalu, CUJD mengadakan bersih-bersih di 53 titik lokasi yang tersebar di Jakarta dengan melibatkan 20.000 relawan. Sementara uuntuk tahun 2017 ini, kami menargetkan 30.000 relawan akan bergabung dan tersebar di 70 titik lokasi clean up." ungkapnya.

Aksi bersih-bersih ini menyasar berbagai fasilitas publik dan destinasi wisata yang ada di Jakarta, seperti Kebun Binatang Ragunan, kawasan Monas, Museum Fatahillah, Bundaran HI dan berbagai taman yang ada di Ibu Kota. Tiap titik lokasi, biasanya diikuti oleh 200 hingga 500 relawan yang terlibat dalam gerakan ini.

Gencar Beri Pengetahuan Soal Sampah

Selain aksi membersihkan kota, CUJD juga aktif untuk memberikan pengetahuan seputar sampah kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar roadshow yang diadakan di sekolah-sekolah bulan Agustus-September. 

"Roadshow ini tujuannya sebagai pembekalan bagi generasi muda. Jadi 

di kegiatan itu, kami berikan pemahaman kepada siswa terkait isu sampah dan cara pemilahan sampah yang ada dilingkungan masing-masing," ucap Agustina.

Untuk tahun 2017 ini, kegiatan bersih-bersih Jakarta ini akan digelar pada 8 Oktober mendatang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini CUJD juga akan menjangkau hingga ke berbagai titik lokasi di Kepulauan Seribu.

"Bagi masyarakat yang ingin ikut bergabung dalam CUJD, bisa mendaftar ke web resmi kami di www.cleanupjakartaday.org, dan bisa memilih lokasi yang ingin diikuti," jelasnya.

Melalui kegiatan ini, CUJD berharap masyarakat sadar dan peduli terhadap lingkungan dengan melakukan hal kecil minimal bertanggung jawab pada sampah yang dihasilkan. Tidak membuang sampah sembarangan, serta memilah sampah dengan baik dan benar agar Jakarta menjadi lebih bersih.

"Karena jika lingkungan bersih, maka kita bisa menikmati keindahannya. Kami mengajak masyarakat berpartisipasi ikut membersihkan kota sebagai tempat tinggal dan mendorong kota-kota lainnya di Indonesia untuk aktif terlibat dalam aksi clean up menuju world clean up day 2018," pungkasnya.