Kebayoran > Kesehatan

Sentuhan Teknologi Pada Pemeriksaan Cedera Kaki

Jumat, 01 Juni 2018 15:00 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Rachli Anugrah Rizky

Seminar penanganan cedera
Seminar penanganan dan teknologi pemeriksaan cedera.
Foto : Rachli Anugrah Rizky

Share this








Penegakan diagnosis memanfaatkan CT Scan, MRI, dan teknologi mutkhir lainnya juga diperlukan untuk memastikan jenis cedera.

THAMRIN - Bagi para pemain sepak bola ataupun basket, cedera pada kaki dan pergelangan kaki merupakan momok yang cukup menakutkan. Jika tidak ditangangi dengan cepat dan tepat, tentu hal itu akan mengancam kariernya di dunia olahraga.

Cedera kaki dan pergelangan kaki yang umum terjadi di antaranya adalah robeknya ligamen pergelangan kaki, cedera tendon achilles, dislokasi tendon peroneal, dan keluahan nyeri yang berhubungan dengan kondisi flatfoot atau kaki datar.

Sama halnya dengan cedera bahu dan tangan, penegakan diagnosis memanfaatkan CT Scan, MRI, dan teknologi mutkhir lainnya juga diperlukan untuk memastikan jenis cedera. Hal ini seperti disampaikan oleh dr. Dimas R. Boedijoni, Sp. OT (K).

"Pemeriksaan MRI dan CT Scan merupakan tindakan non-invasive untuk mengetahui kondisi ligamen pergelangan kaki dan melihat apakah ada cedera lainnya," ujar spesialis bedah ortipedi konsultan foot & ankle RS Pondok Indah-Bintaro Jaya di kawasan Thamrin, Senin (21/5/2018).

Pemeriksaan MRI dilakukan apabila dicurigai terjadi cedera pada sendi, otot, ligamen, ataupun tendon untuk mendapatkan pencintraan anatomi jaringan lunak dalam tubuh dengan lebih jelas.

Sementara itu, dengan pemeriksaan CT Scan dilakukan apabila dicurigai adanya cedera pada tulang. Kemampuan CT Scan dalam mengambil gambar dari berbagai sudut, termasuk gambar kondisi patah tulang, membantu dokter mendapatkan pencitraan dengan jelas.