Senin, 09 Juli 2018 10:30:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin
Mengenal Sejarah dan Filosofi Gumarang Sakti
Gumarang Sakti Dance Company mempersembahkan pementasan yang berjudul Catuah Langkah Gumarang Sakti di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.
Foto : istimewa
 

THAMRIN – Mengambil tema Indonesia Barat di bulan Juli 2018, Galeri Indonesia Kaya bersama Gumarang Sakti Dance Company mempersembahkan pementasan yang berjudul Catuah Langkah Gumarang Sakti di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Sabtu (7/7/2018) kemarin.

Dengan mengenakan kostum khas Minangkabau, Gumarang Sakti mempresentasikan koreografi dasar yang terinspirasi dari silek (silat) dan bunga-bunga (balabek) yang merupakan dua filosofi atau asal muasal dari gerakan ciri khas dari Gumarang Sakti.

Selain itu, perpaduan teknik dari tari modern dan balet dalam koreografi yang ditampilkan dari Gumarang Sakti semakin mewarnai akhir pekan penikmat seni di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

Para koreografer ternama Indonesia yang masih aktif berkarya dan merupakan penari dan koreografer inti di Gumarang Sakti seperti Hartati, Benny Krisnawardi, Jefriandi Usman, dan Davit Fitrik juga turut meramaikan pementasan sore ini.  

Pementasan Catuah Langkah Gumarang Sakti ini juga diiringi dengan alat-alat musik tradisional seperti gendang jimbe, gendang dol, kecapi, alat tiup jijairu, cymbal dan alat tiup saluang.  

“Kami ingin, pementasan Catuah Langkah Gumarang Sakti ini tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan yang menghibur. Kami juga ingin para penikmat seni mengetahui sejarah dan filosofi yang terkandung di balik karya-karya tari yang kami ciptakan dan tampilkan ke hadapan penonton,” ucap Yessy Apriati selaku Grup Manajer Gumarang Sakti Dance Company.

 “Gumarang Sakti Dance Company yang tidak hanya menghibur namun juga memberikan pengetahuan baru mengenai sejarah budaya Minangkabau. Kepiawaian Gumarang Sakti Dance Company dalam memadukan unsur budaya dan modern dalam karyanya telah mendapatkan apresiasi yang luar biasa di dalam negeri maupun di kancah internasional,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda