Kamis, 01 Februari 2018 14:00:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Rachli Anugrah Rizky
Komposisi Klasik Orkestra di Konser “Invitation to The Dance”
Avip Priatna memimpin Jakarta Orchestra Concert dalam konser Invitation to The Dance.
Foto : istimewa
 

MENTENG - The Resonanz Music Studio (TRMS) di bawah pimpinan Avip Priatna berhasil membuat pononton terpana dengan alunan musik klasik orkestra dalam konser bertajuk “Invitation to The Dance” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (31/1/2018) malam.

Konser dimulai saat konduktor Avip Priatna naik ke atas panggung. Sambutan hangat dan tepuk tangan meriah datang dari para penonton. Selepas memberi salam, Avip langsung memimpin dan memberi aba-aba ke 55 pemusik yang tergabung dalam Jakarta Concert Orchestra (JCO) untuk bersiap memainkan sebuah musik.

Avip tampak bersemangat mengomandoi puluhan musisi tersebut. Tangannya terus bergerak mengatur tempo nada. Kadang kala lembut hingga menjadi keras terdengar. Komposisi orkestra dalam konser musik klasik bertajuk “Invitation to The Dance” ini sendiri terinspirasi dari musik tari-tarian.

Sejumlah komposisi orkestra dari karya komposer dunia dibawakan seperti Spanish Dance No. 1 (Manuel de Falla), “Invitation to The Dance” (Carl Maria von Weber), dan Pavane (Gabriel Faure).

Tidak lupa juga, musik yang terinspirasi tarian kedaerahan seperti Norwegian Dances, Op 35 (Edward Hagerup Grieg), dan penampilan perdana dari Indonesia yakni Panen Raya (Fero Aldiansya Stefanus) juga turut dibawakan.

Para penonton yang hadir menyaksikan sangat menikmati apa yang dipersembahkan oleh Avip malam itu. Terdengar dari riuhnya tepuk tangan setiap kali Avip menyelesaikan satu musik.

Konser tersebut juga semakin meriah. Ternyata Avip tak sendiri. Dia menggandeng pianis muda berbakat Jonathan Kuo dan Soprano muda Indonesia Isyana Sarasvati untuk tampil bersama dengannya.

Penampilan Jonathan membuat penonton terkesima dengan jari-jari lincahnya dan teratur menekan tuts piano memainkan Totentanz (Franz Liszt) yang merupakan musik tarian kematian. Penonton dibuat hanyut dengan irama permainan Jonathan, mulai dari nada yang lembut, hingga keras dan dinamis.

Penampilan Isyana Saraswati juga tak kalah menarik. Dengan gaun berwarna putih, Isyana mampu menyihir para penonton dengan kemampuannya bernyanyi sopran. Dia terlihat sangat menghayati saat membawakan Les filles de Cadix (Leo Delibes) dan Fruhlingsstimmen-Walzer, Op 410 (Johann Strauss II).

Konser “Invitation to The Dance” berlangsung selama kurang lebih dua jam ini ditutup dengan alunan komposisi megah Danse Bacchanale (Camille Saint-Seans).

Selesai tampil, Avip bersama Isyana, Jonathan dan pemusik lainnya menuai tepuk tangan yang meriah dari para penonton yang seakan ingin terus berlanjut menyaksikan penampilan mereka.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda