Kebayoran > Hiburan

Kolaborasi Nada dan Performa

Senin, 20 Maret 2017 16:44 WIB
Editor : Admin | Reporter : Ichwan Hasanudin

Seni pertunjukan Atieq SS Listyowati.
Seni pertunjukan Atieq SS Listyowati.
Foto : Azhari Setiawan

Share this








Pertunjukan kolaboratif ini merupakan pertemuan cara pandang kedua seniman atas kehidupan kaum perempuan.

Info Hiburan - Komponis Gema Swaratyagita dan Kreator Seni Pertunjukan Atieq SS Listyowati menampilkan seni kolaborasi yang mengangkat kisah klasik Alice(s) in Wonderland di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (12/1). Pertunjukan kolaboratif ini merupakan pertemuan cara pandang kedua seniman atas kehidupan kaum perempuan. Mereka mengetengahkan respon kreatif untuk memandang wanita dalam aneka sisi, antara yang terpilih maupun yang tersisih, antara yang luhur atau terpinggirkan.

Kisah tersebut diangkat karena ada relevansi cerita dengan dunia nyata masyarakat saat ini. Karya kreatif ini mengambarkan dunia batin perempuan dengan segala persoalannya, terwakili melalui kenaifan rasa ingi tahu seorang gadis cilik serta kenyataan kodrati seorang ibu. Alice bukan lagi menjadi kisahan dongeng, melainkan ditautkan menjadi tokoh-tokoh perempuan dalam kehidupan sehari-hari. “Itulah kenapa kami menggunakan huruf ‘S’ dalam nama Alice. Kita ini Alice-Alice yang penuh penuh dengan imaji,” jelas Gema.

Dalam pertunjukkan yang minim dialog ini banyak digunakan permainan tradisonal dan modern serta berbagai perlengkapan rumah untuk menggambarkan kisah kehidupan sebuah keluarga. Perkakas seperti kompor, penggorengan, boneka, benang wol, dan jam tik-tok, menjadi pelengkap penggung. Ibu yang diperankan oleh Atieq SS Listyowati menjalani aktivitas kesehariannya seperti menyetrika, menjemur dan menyuapi sang putri Alice yang diperan oleh Gema Swaratyagita. Sementara Alice lebih banyak mengilustrasikan dunia anak-anak dengan berputar-putar dan bermain-main.