Jakarta > Properti

Ternyata Begini Alasan Pembatalan Ground Breaking DP Nol Rupiah

Kamis, 01 Maret 2018 11:49 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Penampakan rumah DP 0 persen di Rorotan
Penampakan rumah DP 0 persen di Rorotan
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Harga rumah yang dibanderol pengembang terlalu tinggi, mencapai Rp 350 juta. Inilah yang menjadi alasan pembatalan ground breaking DP Nol rupiah.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta akhirnya mengungkapkan alasan pembatalan peletakan batu pertama (groundbreaking) rumah tapak Down Payment (DP) Nol Rupiah di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Ini, kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, karena rumah tapak dibandrol dengan harga sangat tinggi. 

“Program yang kita luncurkan harga rumah tapak Rp170 juta tapi mereka hargakan Rp350 juta, jadi  lini sistem skema perlu diselaraskan dulu," ungkapnya, Kamis (28/2/2018) malam. 

Pemrov DKI menyasar masyarakat berpenghasilan di bawah Rp7 juta untuk bisa memiliki rumah konsep DP Nol. Sedangkan kata dia, rumah tapak yang dibangun PT Nusa Kirana ternyata hanya bisa dibeli oleh warga berpenghasilan di atas Rp7 juta.

"Kita harapkan 1-2 minggu sinkronkan atau menyasar target market lain Rp3.5 juta sampai Rp7 juta," lanjutnya. 

Kendati batal menghadiri langsung, groundbreaking DP Nol di Rorotan rupanya tetap berlangsung tanpa kehadiran Sandi dan rekannya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, Sandi menegaskan jika rumah tapak yang dibangun tersebut bukanlah program Pemprov DKI. 

"Jadi, kami sudah terhubung karena belum sinkron program Pemprov. Saya sampaikan silakan berjalan tapi belum bisa diklaim (program Pemprov)," tandasnya.