-->
Jakarta > Properti

Sudah Ada 50 Gedung Setuju TerkoneksI TOD MRT Fase 1

Sabtu, 31 Maret 2018 13:04 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi MRT
Ilustrasi MRT
Foto : istimewa

Share this








Pengelola gedung sudah siap bekerjasama agar terkoneksi TOD MRT Fase 1. Pengelola sudah ada yang menandatangani MoU.

JAKARTA - Sebanyak 50 pemilik dan pengelola gedung di sepanjang proyek Mass Rappid Transit (MRT) Jakarta Fase I (Bundaran HI - Kampung Bandan) siap berkerja sama. Mereka bersedia untuk terkoneksi dengan TOD (Transit Oriented Development) yang dikembangkan oleh PT MRT Jakarta. 

Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono menuturkan 50 gedung tersebut sudah menandatangani nota kesepahaman MoU dengan MRT Jakarta. Tahapan selanjutnya, kata dia, melakukan penandatangan perjanjian kerjasama (PKS).

"Sedang dalam proses PKS," kata Agung saat menghadiri forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta baru-baru ini di  kawasan Dukuh Atas, Jakarta Selatan. 

Ke-50 gedung tersebut antara lain, Bank UOB, Bank BNI 46, Bank Mandiri, Landmark, Intiland Development Tbk, dan Gedung Indonesia One. "Ada beberapa gedung yang masih penjajakan dengan kita. Seperti Plaza Indonesia dan lainnya. Ada juga mau tanda tangan PKS," katanya. 

Sebagai Informasi, PT MRT Jakarta merupakan operator utama pengelola TOD MRT Jakarta fase I Lebak Bulus - Bundaran HI. Ini berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 140 Tahun 2017 yang dikeluarkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Dalam Pergub nomor 140/2017 itu disebutkan ada delapan stasiun MRT Fase I (Bundaran HI - Lebak Bulus) yang dikembangkan menjadi TOD yakni Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora dan Senayan untuk area underground dan stasiun Lebak Bulus dan Blok M untuk area Elevated. 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja melakukan pencanangan TOD di kawasan Dukuh Atas pada Jumat (29/3) kemarin. Pembangunan ini diharapkan selesai pada tahun 2020 mendatang. 

    -->