-->
Jakarta > Properti

Realisasi Integrasi Tol JORR Masih Terkendala Masalah Tarif

Jumat, 09 Februari 2018 11:18 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Tol JORR W2
Petugas mengatur lalu lintas saat peresmian dan uji coba Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) di Meruya, Jakarta Barat.(Istimewa)
Foto :

Share this








Realisasi integrasi Tol JORR masih terkendala masalah tarif. Harapannya, ini dapat segera terselesaikan sehingga proses integrasi dapat terealisasi.

JAKARTA -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk menginginkan agar kendala kesepakatan besaran tarif dapat cepat diselesaikan sehingga proses integrasi tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dapat segera terealisasi. 

Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan Tol JORR terdiri dari beberapa ruas yang dikelola oleh badan usaha jalan tol (BUJT) yang berbeda. Selain dikelola oleh Jasa Marga, bagian ruas Tol JORR juga dikelola oleh PT Hutama Karya (HK), PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) dan PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ).

"Khusus untuk JORR, harusnya kan ada satu sistem pentarifan. Cuma kan itu terdiri dari beberapa BUJT. Kalau ini dijadikan satu, harus menghitung porsi bagian pendapatannya itu,” ujar Subekti usai Konferensi Pers Penyesuaian Tarif Jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi di Kantor Jasa Marga, Jakarta Timur, Kamis (8/2/2018). 

Dalam penentuan tarif, selain menghitung soal bagi hasil, nantinya juga akan masuk biaya operasional dan perawatan jalan tol. Subekti menargetkan agar integrasi tol bisa segera terealisasi setidaknya pada kuartal I 2018.

"Disamping bagi hasil, harus juga menghitung operasi dan maintenance (OM) yang harus dibagi karena ada gerbang yang harus dioperasikan bersama. Itu yang agak lama. Artinya waktu kami menghitung harus ada kesepakatan, proporsinya berdasarkan apa, apakah survei atau berdasarkan apa," terangnya. 

Jika penyesuaian tarif resmi diberlakukan akan ada kenaikkan tarif bagi jarak terdekat. Kenaikkan ini, kata dia, akan memicu penurunan traffic di Toll JORR hingga 25 persen. 

“Pasti turun trafficnya antara 15-25 persen untuk jarak-jarak dekat berdasarkan historikal untuk Tangerang dan Jagorawi. Kita berharap pengguna jalan tol berpindah ke angkutan umum, supaya tolnya tetap lancar,” imbuhnya. 

    -->