Minggu, 01 April 2018 16:22:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
MRT
MRT dari lebak Bulus menuju Bundaran HI rencananya beropersi 2019.
Foto : Rendy MR
 

JAKARTA - Direktur Konstruksi Mass Rappid Transit (MRT) Jakarta Silvia Halim menyebut Stasiun Dukuh Atas memiliki kedalaman 24 meter di atas permukaan tanah. Ini membuat stasiun tersebut menjadi stasiun bawah tanah (Underground) terdalam yang dibuat PT MRT Jakarta. 

Infonitas.com berkesempatan melihat proses pengerjaan stasiun tersebut belum lama ini. Stasiun memiliki dua lantai. Lantai pertama untuk kebutuhan penumpang membeli tiket dan hal komersial lainnya. 

“Ini adalah level dimana penumpang akan sampai pertama kali. Tempat untuk membeli tiket baik yang manual maupun melalui finding machine. 

Di sini juga ada beberapa titik komersial (retail). Juga, ada fasilitas-fasilitas umum lainnya yah seperti toilet dan ruang ibu menyusui,” beber Silvia di lokasi. 

Di lantai itu juga, kata Silvia, nantinya akan terdapat passanger gate bagi penumpang untuk menuju area peron. Saat ini, pengerjaan stasiun sudah memasuki tahap air sekitar 90 persen. 

“Sekarang kita sedang dalam tahap pemasangan arsitektur. Kita juga sudah pasang panel untuk di dinding dan lighting, keramik sudah dipasang tapi untuk melindungi hasil pemasangan, kita lapis dengan triplek,” jelasnya. 

Selain stasiun Dukuh Atas, MRT Jakarta memiliki lima stasiun bawah tanah (underground) lainnya yakni Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Setiabudi, dan Stasiun Bundaran HI. MRT juga memiliki tujuh stasiun layang (elevated) Yakni Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.

Untuk diketahui, saat ini MRT Fase I (Bundaran HI - Lebak Bulus) pengerjaan proyeknya sudah memasuki angka 92.50 persen dengan rincian Elevated 89.19 persen dan Underground 95.83 persen. Sedangkan dua set kereta sudah dikirimkan dari Jepang dan di jadwalkan akan tiba di Jakarta pada 2 April 2018. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda