Jakarta > Properti

Info Komuter

LRT Fase II Resmi Diperpanjang Sampai Tanah Abang

Jumat, 08 Desember 2017 13:26 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

LRT Kelapa Gading-Velodrome
Sumber Foto Bisnis Indonesia
Foto : Ferico Anaska

Share this








Pembangunan LRT Fase II resmi diperpanjang sampai Tanah Abang sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

JAKARTA – Pembangunan Kereta cepat Light Rail Transit Fase II (Rawamangun Velodrome - Dukuh Atas) terus berlanjut. Bahkan, diperpanjang hingga Tanah Abang.

"Fase II kan kita tetep nih sesuai dengan Fs yang lagi dikembangkan bahwa kita mau perpanjang sampai Tanah Abang," ujar Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko di Balai kota, Kamis (7/12/2017).

Sigit mengatakan keputusan dibuat karena melihat tingginya minat masyarakat. Harapannya bisa menjadi moda alternatif lain bagi masyarakat khususnya masyarakat Tanah Abang.

"Ya, demand kan. Juga memberikan alternatif pilihan moda yah untuk warga, seperti itu. Yah, FS (Feasibility Study) nih. Kan di FS nih. Kalau kita bicara di Tanah Abang saja sudah 300 ribu perhari penumpang turun di satu stasiun," lanjutnya.

Senada dengan Sigit, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Herandhi juga membenarkan. Perubahan ini atas arahan dari Gubernur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Nah, ini satu hal yang sangat penting yang perlu dikomunikasikan kepada masyarakat bahwa konteks ke Dukuh Atas sekarang menjadi berubah karena paling utama sebenarnya ialah konek ke Tanah Abang. Jadi, ini ada hal yang sangat fundamental sekali bahwa Pak Gubernur dan Wakil Gubenur melihat bahwa pentingnya masuk ke sentra ekonomi masyarakat," papar Satua.

Sayangnya, baik Sigit maupun Satya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait kapan pembangunan LRT Fase II akan dimulai. Saat ini, pihak Dishub bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) baru memulai bahasan terkait bagaimana konsep pendanaan Fase II nantinya.

"Lebih kepada penjajakan bagaimana konsep pembiayaan kedepan, tadi tuh lebih kepada konsep pembiayaanya nih supaya tidak menjadi beban APBD dalam bentuk penyertaan modal daerah. Karena kita kan sudah sepakat ini tidak akan putus hanya sampai di Velodrome," pungkasnya.