Jakarta > Properti

Komentar Anies Soal Harga Rumah di Ibu Kota

Senin, 09 Januari 2017 13:11 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

rumah murah
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Warga Jakarta yang berpenghasilan rendah seakan terbuang dari kampungnya sendiri.

JAKARTA –Masih banyak penduduk Jakarta yang masih kesulitan mencari tempat tinggal di Ibu Kota. Pasalnya, kenaikan harga lahan tidak sebanding dengan pertumbuhan upah pekerja.

Berdasar data Badan Pusat Statistik 2014, harga lahan di Jakarta saat ini bisa mencapai 16 persen per tahun. Sedangkan upah pekerja hanya tumbuh di bawah 10 persen per tahun.

“Ini yang membuat warga kelas menengah ke bawah tidak lagi mampu membeli rumah di Jakarta sehingga mereka pasrah dan tak ada pilihan memilih rumah dan tinggal di pinggiran Jakarta,” ucap Anies Baswedan, calon gubernur DKI Jakarta lewat pernyataan tertulisnya, Minggu (8/1/2017).

Menurut Anies, persoalannya ada di permintaan dan pasokan. Ini harus diselesaikan secara struktural. Bila tidak, efeknya bisa mengarah ke sektor lain. “Misal mobilitas warga yang bekerja di Jakarta namun tinggal di sub-urban tanpa ada solusi transportasi jelas menjadi masalah sendiri. Mereka banyak menghabiskan waktu di jalanan," tutur Anies.

Maka itu, Anies akan mencoba cara penghapusan uang muka untuk kredit kepemilikan rumah melalui kredit rumah berbasis tabungan. Bank DKI akan diminta mengganti syarat pembayaran DP yang saat ini sebesar 30 persen dari harga rumah, dengan jumlah sebesar di tabungan calon konsumen.

Skema lain bisa dengan sewa jangka panjang. “Intinya harus ada jaminan orang tinggal di suatu tempat dalam waktu yang cukup panjang misalnya untuk satu generasi selama 25 tahun,” kata Anies.

Cara yang terbilang cukup penting, kata Anies, juga pembentukan bank tanah. “Nantinya, pemerintah melalui BUMD akan mendata secara administratif kegiatan jual beli tanah yang akuntabel,” ucapnya.

“Serta, merevisi Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No 1 tahun 2014 soal investasi rumah susun. Perlu ada deregulasi dalam investasi rumah susun. Pemerintah pun harus berperan aktif membangun rumah susun terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkasnya.