Jakarta > Properti

Komentar Anies Soal Harga Rumah di Ibu Kota

Senin, 09 Januari 2017 13:11 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

rumah murah
rumah murah

Share this





Warga Jakarta yang berpenghasilan rendah seakan terbuang dari kampungnya sendiri.

JAKARTA –Masih banyak penduduk Jakarta yang masih kesulitan mencari tempat tinggal di Ibu Kota. Pasalnya, kenaikan harga lahan tidak sebanding dengan pertumbuhan upah pekerja.

Berdasar data Badan Pusat Statistik 2014, harga lahan di Jakarta saat ini bisa mencapai 16 persen per tahun. Sedangkan upah pekerja hanya tumbuh di bawah 10 persen per tahun.

“Ini yang membuat warga kelas menengah ke bawah tidak lagi mampu membeli rumah di Jakarta sehingga mereka pasrah dan tak ada pilihan memilih rumah dan tinggal di pinggiran Jakarta,” ucap Anies Baswedan, calon gubernur DKI Jakarta lewat pernyataan tertulisnya, Minggu (8/1/2017).

Menurut Anies, persoalannya ada di permintaan dan pasokan. Ini harus diselesaikan secara struktural. Bila tidak, efeknya bisa mengarah ke sektor lain. “Misal mobilitas warga yang bekerja di Jakarta namun tinggal di sub-urban tanpa ada solusi transportasi jelas menjadi masalah sendiri. Mereka banyak menghabiskan waktu di jalanan," tutur Anies.

Maka itu, Anies akan mencoba cara penghapusan uang muka untuk kredit kepemilikan rumah melalui kredit rumah berbasis tabungan. Bank DKI akan diminta mengganti syarat pembayaran DP yang saat ini sebesar 30 persen dari harga rumah, dengan jumlah sebesar di tabungan calon konsumen.

Skema lain bisa dengan sewa jangka panjang. “Intinya harus ada jaminan orang tinggal di suatu tempat dalam waktu yang cukup panjang misalnya untuk satu generasi selama 25 tahun,” kata Anies.

Cara yang terbilang cukup penting, kata Anies, juga pembentukan bank tanah. “Nantinya, pemerintah melalui BUMD akan mendata secara administratif kegiatan jual beli tanah yang akuntabel,” ucapnya.

“Serta, merevisi Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No 1 tahun 2014 soal investasi rumah susun. Perlu ada deregulasi dalam investasi rumah susun. Pemerintah pun harus berperan aktif membangun rumah susun terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkasnya.

 

 

Jakarta > Properti

Warga Jakarta Bebas PBB?

Minggu, 12 Februari 2017 12:47 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter :

Ilustrasi PBB
Ilustrasi PBB

Share this





Hanya warga tertentu yang mendapatkan penghapusan PBB. Fokusnya pun hanya PBB Pedesaan dan Perkotaan

JAKARTA – Pada debat terakhir cagub-cawagub DKI, calon petahana Basuki Tjahaja Purnama sempat mengatakan telah membebaskan warga Jakarta dari iuran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Menurut Ahok, sapaan akrab Basuki, tujuannya agar warga Jakarta berpendapatan rendah bisa tetap nyaman tinggal di Ibu Kota.

Namun, menurut Wakil Sekretariat Jenderal Ikatan Ahli Perencanaan (IAP), Elkana Catur, itu hanya fokus pada PBB Pedesaan dan Perkotaan tahun berjalan. Tidak termasuk bangunan yang dikomersialkan.

Juga, tidak berlaku jika pemohon masih memiliki tunggakan PBB dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi, harus dilunasi terlebih dahulu.

“Kebijakan ini memang sudah berlangsung. Sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 259 Tahun 2015. Tapi, seingat saya, ini untuk rumah yang tidak berada di kawasan perumahan,” tuturnya.

Syarat lainnya, penghapusan PBB hanya berlaku untuk tanah dan bangunan dengan Nilai Jual Objek Pajaknya (NJOP) di bawah Rp 1 miliar. “Luas tanah dan bangunan juga harus di bawah 100 meter persegi,” tambahnya.

Jakarta > Properti

Butuh Komitmen Membangun Jakarta

Minggu, 29 Januari 2017 15:33 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : kompas.com

Jakarta
Jakarta

Share this





Bangunan yang melanggar aturan tata ruang harus ditindak tegas meskipun itu kalangan menengah ke atas.

JAKARTA - Ketua IAP DKI Jakarta Dhani Muttaqin mengatakan, butuh komitmen untuk membangun Jakarta. Terlebih, dalam kapasitas menjadikan Ibu Kota sebagai kota layak huni. Pemerintah harus bertindak tegas menegakkan aturan tata ruang.

“Bila ada bangunan yang tidak sesuai, ya ditertibkan. Pada dasarnya kota termasuk Jakarta dibangun memiliki rencana, khususnya tata ruang dan kami berpegang pada itu. Kalau ada yang tidak sesuai peruntukan maka harus ditertibkan sesuai dengan undang undang dan perda," ucapnya saat Dialog Menggagas Tata Ruang Masa Depan Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Namun, tetap mengedepankan komunikasi. Juga, adil dan egaliter agar tidak melulu kalangan menengah ke bawah yang terkena penggusuran.

"Artinya, kalau ada warga kelas menengah ke atas yang melanggar dan tidak patuh tata ruang harus digusur juga, harus dipindahkan juga," pungkasnya.

Jakarta > Properti

Jangan Ada Lagi Pembangunan di Selatan Jakarta

Minggu, 29 Januari 2017 15:20 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : kompas.com

Jakarta
Jakarta

Share this





Ada sejumlah langkah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota layak huni. Perwujudannya butuh komitmen dari semua pihak.

JAKARTA – Kepadatan penduduk, jumlah kendaraan pribadi yang sudah over load, ketimpangan sosial, menjadi faktor yang menyebabkan Jakarta bukanlah tempat tinggal yang layak.

Berdasar rilis indeks layak huni saja, Jakarta masih berada di bawah rata-rata nasional. Kalah dari kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa, seperti Bandung, Yogyakarta, dan Semarang.

Ketua Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) DKI Jakarta Dhani Muttaqin menilai pendekatan penataan Jakarta sebagai livable city dengan mengedepankan lima aspek kurang lengkap.

Seharusnya, selain lima aspek itu yakni, kolaborasi, desain kota transformative, peran serta komunitas warga, menciptakan sub-sub center baru, dan melibatkan komunitas, juga ditambahkan limitasi atau pembatasan.

“Contoh, wilayah selatan tak boleh lagi mendapatkan tambahan pembangunan karena merupakan tempat serapan air. Pembangunan fokus saja ke wilayah utara, barat, dan timur,” tuturnya dalam dialog Menggagas Tata Ruang Jakarta Masa Depan, Jumat (27/1/2017).

Selain itu, perlu juga pemerataan pusat-pusat aktivitas. "Penciptaan sub aktivitas ini sudah ada dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tinggal sekarang bagaimana caranya bisa berjalan. Gubernurnya harus paham tata ruang dan pro penegakan tata ruang di Jakarta," imbuh Dhani.

Serta, mengintegrasikan infrastruktur transportasi dengan wilayah pengapit dan mengimplementasikan konsep Transit Oriented Development (TOD).

"Penggunaan transportasi publik yang tengah dibangun, walaupun sangat terlambat dibanding negara asia tenggara lainnya tetapi sangat tepat, konsekuensinya adalah tumbuhnya pusat aktivitas di sekitar statiun," tutup Dhani.

Jakarta > Properti

Langkah Jitu Menjadikan Jakarta Kota Layak Huni

Minggu, 29 Januari 2017 11:54 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

jakarta
jakarta

Share this





Indeks layak huni Jakarta masih berada di bawah Bandung, Semarang, dan Yogyakarta.

JAKARTA – Meski sebagai Ibu Kota, Jakarta masih belum memenuhi persyaratan kota yang nyaman untuk layak huni. Berdasar rilis indeks layak huni yang diterbitkan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP), Jakarta hanya mendapat 62,14, di bawah rata-rata Nasional, yakni 63,62. Kalah dari Bandung, Semarang, dan Yogyakarta.

Indikatornya dari beberapa aspek, seperti ketersediaan ruang hijau, tata ruang, polusi, penanganan sampah, kebersihan kota, dan aspek transportasi umum.

Parameter lainnya, layanan kesehatan dan pendidikan, kualitas sarana dan prasarana umum seperti air bersih, listrik dan telekomunikasi, kondisi ekonomi, keamanan dan keselamatan, serta kualitas interaksi sosial.

Itu sebabnya, Ketua IAP Jakarta Dhani Muttaqin mengatakan butuh langkah jitu untuk menjadikan Jakarta sebagai livable city.

Langkah pertama, tentu harus lepas dari dominasi korporasi. Artinya, pembangunan di Jakarta tidak boleh didominasi pihak kapital besar karena bisa membuat tata kota semrawut. “Pemerintah juga harus berperan aktif,” ucapnya dalam Dialog Menggagas Tata Ruang Masa Depan Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Kedua, menyoal birokrasi. Pelaksanaan birokrasi tidak boleh menghambat pembangunan. “Ubah pola pikir dan tradisi birokrasi rente. Inilah yang jadi hambatan. Mengurus perizinan saja bertele-tele,” tuturnya.

Langkah ketiga, lanjut Dhani, mencegah dominasi dari populerisme pemimpinnya. Sebab, akan cenderung terjadi penyalahgunaan. “Semua peraturan nantinya bisa saja diterabas.”

"Ketiganya itu harus digeser ke dominasi civil society, dominasi semua warga kota, semua yg punya kepentingan di kota terutama warganya sehingga kota menjadi kota pluralisme dan didominasi civil society," tandas Dhani.

Jakarta > Properti

Jakarta Tidak Diminati Kalangan Ultra Kaya

Selasa, 24 Januari 2017 11:55 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : kompas.com

Properti
Properti

Share this





Ada 3 indikator yang menyebabkan Jakarta tidak diminati kalangan ultra kaya, yakni practical factors, emotional factor, financial factors.

JAKARTA – Tidak ada nama Jakarta dalam laporan Alpha Cities Index yang dirilis oleh Wealth-X, Warburg Realty, dan Barnes International Realty. Itu menandakan, popularitas Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia belum bisa memikat  kalangan Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) atau orang-orang ultrakaya berinvestasi dan tinggal di sini.

Ada 3 indikator yang menjadi penyebabnya. Pertama practical factors. Indikator ini terdiri dari empat sub-indikator, yakni konektivitas perjalanan melalui udara, keamanan individu, jejak hijau kota, dan kedekatan geografis dengan universitas terkemuka.

Jika dibedah satu per satu, dari empat sub-indikator tersebut Jakarta belum bisa dikatakan sanggup memenuhinya.

“Orang-orang ultrakaya biasanya memilih kota yang memberikan kenyamanan ketika berpindah dari satu ke kota lainnya menggunakan pesawat. Sementara, bandara paling besar di Indonesia, justru ada di Cengkareng, Banten,” jelas laporan tersebut seperti dikutip dari kompas.com, Senin (23/1/2017).

Jakarta juga cenderung tidak aman. Bahkan, menurut survei Economist Intellegence Unit dua tahun silam, Jakarta menjadi kota paling tak aman di dunia.

Begitupun menyoal jejak hijau kota. Masih minim dan belum sesuai dengan standar 20 persen wilayah seperti yang diatur dalam UU Nomor 26 Tahun 2007. Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Oswar Muadzin menyebut, “Kisarannya saat ini masih sekitar 9-10 persen.”

Indikator kedua adalah emotional factor yang terbagi lagi ke beberapa sub-indikator seperti populasi UHNWI, cultural richness berupa museum dan restoran kelas atas, hotel bintang lima, serta pusat belanja mewah.

Dalam Alpha Cities Index, kalangan ultra kaya lebih cenderung memilih tinggal di lingkungan yang sesuai dengan levelnya. Tujuannya tentu meraih kesempatan sosial dan menambah jaringan.

Berdasar laporan Kekayaan atau Wealth Report 2016 yang dilansir Knight Frank, Jakarta hanya memiliki 598 orang UHNWI dengan aset lebih dari 30 juta dollar AS. Ini masih jauh bila dibandingkan Tokyo dengan populasi UNHWI sebanyak 6.050 orang.

Sama halnya bila dilihat dari lokasi pusat belanja mewah. Data Savills PCI per 2015 menyebut, pusat belanja kategori mewah di Indonesia hanya ada lima. Semua berlokasi di Jakarta. Semisal, Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Pacific Place, Plaza Senayan, dan Senayan City.

Indikator ketiga yakni financial factors. Indikasi yang mengarah ke kemudahan berbisnis, nilai properti, persaingan pajak properti, dan keamanan simpanan investasi.

Berdasar data Bank Dunia, kemudahan berbisnis di Indonesia memang sempat meningkat dari peringkat 106 ke peringkat 91 pada periode 2016. Namun, bukan berarti, kondisi itu bisa membuat Jakarta diminati orang ultrakaya.

Stabilitas politik dan ekonomi Indonesia saat ini saja masih belum bisa meyakinkan para investor.

"Itulah hal yang harus ada di pusat-pusat keuangan dunia agar bisa memainkan peran krusial dalam kesuksesan melakukan bisnis," tulis laporan Alpha Cities Index.

Jakarta > Properti

Hadirkan Lingkungan yang Asri dan Nyaman

Selasa, 12 Januari 2016 20:19 WIB
Editor : | Reporter :



Share this





Properti - Kawasan Semanan, Cengkareng, Jakarta Barat menyimpan potensi besar bisnis properti. Meskipun belum sebesar wilayah lain seperti Citra Garden atau Taman Palem, wilayah ini menunjukkan pergerakan yang positif. Pertumbuhan properti di Semanan ini tidak lepas dari sentuhan pengembang besar PT Intiland Development Tbk yang membangun Taman Semanan Indah.

Taman Semanan Indah terdiri dari perumahan, apartemen dan area komersil. “Project terbarunya adalah Cluster Griya Semanan,” kata Romli, Marketing Cluster Griya Semanan. Cluster ini terbilang eksklusif karena dibangun dalam jumlah yang terbatas, hanya 35 unit saja. Varian unit yang ditawarkan hanya dua tipe yaitu New Citrine dan New Zambrud. Kedua tipe hunian ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan keluarga, di mana disediakan tiga buah kamar tidur.

Pembeda dari hunian tersebut dapat dilihat dari luas lahan dan bangunan dari masing-masing tipe. Pada New Citrine, luas tanahnya mencapai 78 meter persegi dan bangunan sekitar 97 meter persegi. Sementara pada New Zamrud, luas tanah dan bangunannya lebih kecil. Luas lahannya berkisar 72 meter persegi dan bangunannya mencapai 88 meter persegi.

Dilihat dari aksesibilitas, hunian ini juga sangat strategis. Selain berada di sebelah selatan Jalan Raya Daan Mogor yang merupakan jalan penghubung Jakarta Tangerang, lokasi Cluster Griya Semanan tidaj berada jauh dari pusat bisnis Jakarta Barat. Akses transportasi juga cukup mudah, dapat ditempuh dengan menggunakan kereta api (Stasiun Rawa Buaya), Busway Cengkareng, dan akses pintu tol JORR W1. Bahkan untuk menuju Bandara Soekarno Hatta hanya membutuhkan waktu 15 menit saja.

Jakarta > Properti

Tips Memilih Lantai Apartemen

Kamis, 09 Juni 2016 14:23 WIB
Editor : | Sumber : Liputan6.com

Apartemen di Puri Indah
Apartemen di Puri Indah

Share this





JAKARTA  - Saat ini, apartemen seolah sudah jadi pilihan tempat tinggal bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Gaya hidup menjadi faktor utama penyebab terjadinya hal ini. Tapi, tidak dipungkiri bahwa masih banyak orang yang kebingungan saat mereka hendak memilih unit apartemen. Jika Anda adalah salah satunya, ada baiknya Anda mengikuti tips memilih lantai apartemen seperti yang dikutip dari liputan6.com berikut ini.

Tampilan

Banyak orang yang mendambakan punya hunian dengan pemandangan yang indah ketika membuka jendela. Untuk itu, demi mendapat sudut dan view yang indah dari jendela atau balkon apartemen, Anda perlu melakukan survei langsung ke lokasi.

Keamanan

Keamanan menjadi faktor penting selanjutnya ketika hendak memilih sebuah apartemen. Umumnya developer telah melengkapi sekuriti gedung dengan kamera cctv, kartu akses, petugas pengaman dan lain sebagainya. Namun selain itu, ada faktor keamanan lain yang perlu Anda cek secara langsung. Misalnya, apakah kondisi lift dan tangga darurat masih bagus dan bekerja dengan baik? Selain itu faktor keamanan untuk anak kecil juga perlu diperhatikan.Cek juga ukuran dan tinggi balkon yang proporsional (lebih tinggi dari balita Anda) dan tidak ada lubang seukuran anak balita. Lebih baik memilih lantai bawah demi menjamin keselamatan anak.

Akses

Anda harus mempertimbangkan kecepatan akses menuju pintu lobby. Pada jam-jam sibuk, Anda bisa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengakses lift menuju lantai pertama. Tinggal di lantai 20 memang bisa menghadirkan view yang menakjubkan, namun Anda akan butuh banyak waktu untuk mengakses lift.

Ketenangan

Untuk Anda yang menginginkan unit yang tenang dan jauh dari kebisingan, coba pilih hunian yang terletak agak jauh dari pintu lift atau fasilitas lain.

Fobia

Gangguan kecemasan yang satu ini tidak bisa diremehkan ketika hendak memilih unit apartemen. Jika Anda memiliki fobia pada ketinggian, maka hindari memilih unit tinggi di lantai 20 atau seterusnya. Akibat terburuk Anda bisa saja merasa mual atau pusing ketika menaiki atau menuruni lift dalam waktu lama dan hampir setiap hari. Anda juga akan kesulitan menikmati pemandangan dari balkon ketika melihat ke arah bawah.

Jakarta > Properti

Ini Apartemen Termewah dan Termahal di Jakarta

Kamis, 02 Juni 2016 16:05 WIB
Editor : | Sumber : Kompas.com

Perkantoran dan apartemen di Jakarta
Perkantoran dan apartemen di Jakarta

Share this





Apartemen mewah bermunculan seiring tingginya kebutuhan gaya hidup, serta kebutuhan hunian di pusat kota.

JAKARTA – Sempitnya lahan di Jakarta membuat pengembang berlomba menghadirkan hunian vertikal. Hingga akhirnya, hunian yang biasa dikenal dengan nama apartemen ini tumbuh subur di ibu kota. Beragam tipe, konsep, hingga arsitektur unik ditawarkan untuk memikat konsumen.

Seiring berjalannya waktu, apartemen pun bertansformasi menjadi sebuah kebutuhan gaya hidup. Fasilitasnya juga disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kelas atas. Kondisi ini kemudian membuat pengembang kakap tergugah. Mereka tergiur dengan pasar aparteman ibu kota yang makin potensial. Hingga akhirnya, mereka membangun apartemen mewah dengan beragam fasilitas berkelas di dalamnya. Apa saja apartemen itu? Mengutip kompas.com, berikut delapan apartemen termewah dan termahal yang telah beroperasi di Jakarta.

• Keraton Residsence yang ditawarkan seharga Rp 130 juta per meter persegi.
• Pacific Place Residence, Rp 80 juta per meter persegi.
• Capital Residence Tower 1, Rp 75 juta per meter persegi.
• Dharmawangsa Residence, Rp 72 juta per meter persegi.
• Senopati Suite 3, Rp 65 juta per meter persegi.
• Providence Park, Rp 60 juta per meter persegi.
• Raffles Residence, Rp 58 juta per meter persegi.
• Pakubuwono Signature, Rp 43 juta per meter persegi.

 Adapun apartemen yang masih dalam tahap pembangunan, berikut daftarnya:

• Langham Residence, Rp 71,8 juta per meter persegi.
• Le Parc Residence, Rp 68 juta per meter persegi.
• Anandamaya Residence, Rp 64 juta per meter persegi.
• St. Regis Residence, Rp 60,5 juta per meter persegi.
• The Hundred, Rp 58 juta per meter persegi.
• The Regent @ Mangkuluhur City, Rp 58 juta per meter persegi.
• Casa Domain, Rp 47 juta per meter persegi.
• LaVie, Rp 44,5 juta per meter persegi.

Jakarta > Properti

Wali Kota Jakarta Timur Jalankan Program 5T

Kamis, 26 Mei 2016 15:24 WIB
Editor : | Sumber : kompas.com

properti
properti

Share this





Program ini dimaksudkan untuk menertibkan lima poin yaitu tertib hunian, tertib sampah, tertib kaki lima, tertib demo, dan tertib lalu lintas

JAKARTA – Di Provinsi DKI Jakarta, perkampungan kumuh dapat dikatakan masih banyak, termasuk wilayah Jakarta Timur.

Menurut Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, penataan kawasan kumuh ini akan terus dilakukan sesuai program 5T atau 5 Tertib.

Program ini dimaksudkan untuk menertibkan lima poin yaitu tertib hunian, tertib sampah, tertib kaki lima, tertib demo, dan tertib lalu lintas. Tiga yang utama adalah tertib hunian, sampah, dan kaki lima.

"Kita masih difokuskan Program 5T. Untuk yang hunian, kita diperintahkan, mulai dari wali kota, camat, dan lurah, harus menertibkan hunian di bantaran kali atau yang melanggar," ujar Bambang seperti dilansir dari laman kompas.com, Kamis (26/5/2016).

Perkampungan kumuh di Jaktim, kata Bambang, antara lain terdapat di Matraman, Pulogadung, dan Cakung. Untuk penataannya, dilakukan saat rumah susun sudah banyak tersedia.

Dari peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, warga yang terkena gusur dan terbukti memiliki lahan akan diganti dengan unit rusun yang lebih luas.

Bambang menargetkan sebanyak 20.000 unit tahun ini. Sedangkan tahun depan, jumlahnya mencapai 50.000 unit. Sebagai catatan, jika ada warga di perkampungan kumuh yang memiliki lahan atau rumah seluas 50 meter persegi dan terkena gusuran nantinya akan diganti dengan unit rusun seluas 70 meter persegi.

Jakarta > Properti

Hunian Jangkung Bernuansa Budaya Lokal

Senin, 04 April 2016 16:30 WIB
Editor : | Reporter :



Share this





Properti - Nilai-nilai budaya lokal bisa menjadi inspirasi konsep arsitektur bangunan properti. Salah satunya adalah Synthesis Residence Kemang yang konsep desainnya terinspirasi dari kultur Jawa. Menurut Sales and Marketing General Manager Synthesis Residence Kemang Imron Rosyadi, apartemen yang dibangun oleh Synthesis Development itu merupakan representasi budaya Indonesia.

Untuk memastikan sentuhan etnik Jawa tersebut, pengembang memercayakan pada Hadiprana untuk desain interior di area lobby utama. Letak lobby ini berada di antara Tower Nakula dan Sadewa. Di area ini, penghuni akan merasa seolah menjadi bangsawan Jawa yang disambut dengan Tarian Bancak Doyok berupa patung karya Wahyu Santosa. Fasilitas lain seperti Tirta Astana, sebuah taman air yang mewujudkan keindahan sebuah taman khas kediaman para raja.

Penerapan budaya Jawa itu terlihat dari penggunaan nama-nama tokoh pewayangan di tiga tower-nya yakni Nakula, Sadewa, dan Arjuna. Motif Batik Kawung menghiasi sebagian besar eksterior dan interior bangunan. Sentuhan Jawa juga terlihat sangat kental dari bangunan Pendopo atau Joglo sebagai area lobby utama, beragam patung pahatan yang menghiasi area taman, dan konsep taman air bernama Tirta Astana.

Rencananya apartemen yang menyasar kelas menengah ke atas ini setiap lantainya hanya akan ada 14 unit saja. Sehingga secara keseluruhan ketiga menara di Synthesis Residence Kemang akan mencapai 1.188 unit. Untuk pilihan unitnya, ada empat tipe yakni 1 bed room dengan luas bersih 28,05 meter persegi, 2 bed rooms berukuran 47,2 meter persegi, 2 bed rooms berukuran 55,16 meter persegi dan 3 bed rooms (BRC) (Type A) dengan luas bersih 99,9 meter persegi.