Minggu, 19 Agustus 2018 16:22:00
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS
Jakarta Utara Tenggelam pada 2050?
Air laut di Pantai Marina Ancol surut.
Foto : Adi Wijaya
 

JAKARTA – Permasalahan Ibu Kota bisa dibilang sudah terlalu kompleks. Tidak hanya banjir dan macet, permasalahan penurunan permukaan tanah juga menjadi ancaman serius. Bahkan, Jakarta bisa tenggelam pada 2050. Bagaimana tidak, setiap tahun terjadi penurunan tanah. Terparah di Jakarta Utara yang bisa mencapai 2,5 meter dalam jangka waktu 10 tahun.

Adapun wilayah lainnya, seperti Jakarta Barat turun sampai 15 cm per tahun. Jakarta Timur 10 cm setiap tahunnya.  Lalu, 2cm terjadi di Jakarta Pusat dan 1cm per tahun di Jakarta Selatan.

Kiranya itulah yang dijabarkan dalam hasil riset tim peneliti geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB). “Jika tidak dilakukan apa-apa, maka pada tahun 2050 sekitar 95% wilayah Jakarta Utara sudah berada di bawah laut," ucap Heri Andreas, salah satu doktor di bidang geodesi ITB yang terlibat dalam penelitian seperti dikutip dari BBC.

Apa penyebabnya? Faktor utama atau sekitar 80-90 persen adalah pengambilan air tanah dalam yang berada di kedalaman sekitar 80 hingga 300 meter secara membabi buta. Terutama, oleh kalangan usaha dan perumahan-perumahan elit. "Kalau pengambilan air-tanah dalam dihentikan, penurunan permukaan tanah juga berhenti," tegasnya.

Faktor penyebab lainnya adalah pertumbuhan properti di pinggir laut. Ketua Dewan Pertimbangan APERSI, Eddy Ganefo, menyatakan jika pemerintah tidak membatasi, pengembang akan terus menjamah tanah-tanah di pesisir. “Selama laku, pengembang akan jalan terus,” tuturnya.

Saat ini, sea wall sepanjang 32 km dan reklamasi tengah dilakukan untuk mematahkan prediksi tersebut. Namun, seorang hidrologis dari Belanda, Jan Jaap Brinkman mengatakan, solusi terbaik mencegah Jakarta tenggela adalah mengurangi pemakaian air tanah dan menggantinya dengan sumber air lain.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda