Sabtu, 03 Maret 2018 09:37:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Menhub Bersama Anies Sandi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Kantor Kementerian Perhubungan.
Foto : Yatti Febriningsih
 

JAKARTA - Guna mempercepat pengerjaan proyek Double Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan melakukan dua hal. Ini sebagai upaya percepatan proyek. Harapannya, bisa rampung lebih cepat 2 tahun dari target awal yakni pada 2022.

Pertama, segera melakukan pembebasan tanah. Budi akan meminta bantuan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan dukungan.

Selain itu, Budi juga akan berkoordinasi terkait pengaturan masa jeda antar kereta (window time). Serta, meminta kepala DAOP Manggarai terus memantau perjalanan kereta sehingga tidak ada keterlambatan di Stasiun Manggarai.

“Window time ini kadang ada satu atau dua jam. Untuk itu saya minta dipastikan paling tidak ada empat jam. Kita tahu bahwasannya disini  (Manggarai) adalah titik teramai daripada perlintasan kereta api dalam kota maupun luar kota. Untuk itu, saya minta kepada Ka Daop 1 memastikan jangan sampai ada keterlambatan, harus dipantau secara detail,” ujar Menhub di Jakarta, Jumat (2/3/2018). 

Kendati begitu, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas. Berkaca dari sejumlah kecelakaan kerja di beberapa proyek infrastruktur pada beberapa waktu terakhir.

“Ini adalah tanggung jawab kita untuk bersama-sama menyelesaikan proyek sesuai rencana dan kita harus mempunyai semangat tapi jangan lupa juga tentang keselamatan. Saya minta kepada Dirjen Perkeretaapian dan Ka Daop 1 untuk memperhatikan keselamatan tapi jangan meninggalkan produktivitas,” tukasnya. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda