-->
Jakarta > Properti

Harga Tanah Tinggi, Hunian DP 0 Rupiah Tidak Bisa Rumah Tapak

Kamis, 15 Maret 2018 12:17 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Rumah DP Nol Persen di Klapa Village
Rumah DP Nol Persen di Klapa Village
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Harga tanah di Jakarta sangat tinggi. Sehingga, program hunian DP 0 rupiah berbentuk rumah susun. Tidak bisa rumah tapak.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta memastikan program rumah Down Payment (DP) 0 rupiah  tidak dibangun dengan konsep rumah tapak. Sebab, menimbang harga tanah di Jakarta yang nilainya mahal.

“Kenapa kami enggak bangun rumah tapak?  Sebab, harga tanah di Jakarta besar sekali," ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan  di Gedung G, Balai Kota, Jakarta, Rabu (15/3/2018). 

Agustino menyebut di dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah tapak adalah seharga Rp 140 juta per unit. Namun, nilai itu kata dia mungkin bisa dibangun di luar Jakarta. Rorotan misalnya, wilayah paling pinggir Jakarta saja masih memiliki harga lahan yang tinggi dan belum bisa masuk ke skema FLPP.

"Rorotan yang berbatasan dengan Bekasi, di ujung Jakarta sana enggak bisa untuk bangun rumah tapak," katanya. 

Dengan pertimbangan itu, Agustino menyatakan konsep rumah susun (rusun) sudah paling pas dengan program Rumah DP Nol. Konsep seperti ini, kata dia, akan dibangun di beberapa titik Jakarta seperti janji Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada masa kampanye keduanya saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 lalu. 

“Oleh karena itu, rumah DP Rp 0 harus berbentuk rumah susun. Rusun menjadi yang paling ideal untuk program rumah DP  0 Rupiah dengan skema FLPP. Kalau perlu kita akan bangun setinggi-tingginya,” ucap Agustino. 

Untuk diketahui, sebelumnya Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama  PD Pembangunan Sarana Jaya sudah melakukan grounbreaking pembangunan rumah DP Nol pertama di Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada 18 Januari lalu. Hunian yang diberi nama Klapa Village itu dibangun di atas tanah seluas 1,4 hektar dan akan memiliki dua tower kelak dimana satu towernya akan ada  703 unit. 

    -->