Jumat, 08 Desember 2017 13:38:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Butuh Biaya Tambahan untuk Proyek LRT Fase II
Proyek LRT yang melintas di kawasan Kelapa Gading menyebabkan kemacetan. Kondisi ini berpengaruh bagi bisnis perhotelan di kawasan tersebut.
Foto : R Maulana Yusuf
 

JAKARTA - Kereta cepat Light Rail Transit (LRT) Fase II (Velodrome Rawamangun-Dukuh Atas) diperpanjang sampai ke Tanah Abang. Terkait itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pelaksana pembangunan untuk mencari opsi pendanaan.

"Yah gini, nomor satu Fase II tetep harus lanjut. Nomor dua, PT Jakpro mendapat perintah mencari pembiayaan alternatif," ujar Direktur Utama PT Jakpro di Balai kota, Jakarta, Kamis (8/12/2017).

Satya mengaku sudah mempersentasikan beberapa opsi pendanaan untuk Fase II kepada Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Selanjutnya, memutuskan siapa Penanggung Jawab Proyek Pelaksaan (PJPK) untuk proyek ini.

"Nah Japro udah mempersentasikan beberapa opsi-opsi pembiayaan. Antaranya KPBU, kemudian model pinjaman, dan lain sebagainya. Pak Wagub meminta beberapa exercise lagi dengan titik berat KPBU. Nah, KPBU kan ada dua opsi lagi dari KPBU PJPknya siapa Pemrov atau Jakpro," lanjutnya.

Namun, menurut Satya, terkait itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta PT Jakpro menyiapkan dokumen untuk mempermudah Jakpro jika ditunjuk sebagai PJPK proyek.

"Nah pak Gubernur mengatakan tolong di exercise semaksimal mungkin dokumen -dokumen apa yang diperlukan kalau PJPKnya adalah Jakpro, bukan Pemprov. Nah, ini masih dalam proses PR," lanjutnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Jakpro telah menandatangani nota kesepahaman dengan Korea Rail Network Authority (KRNA), BUMN Korea Selatan. KRNA siap mengucurkan dana sebesar US$500 juta atau sekitar Rp 6,5 triliun untuk mendanai LRT Fase II.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda