Jakarta > Properti

Buat Apa Anies Gagas Taman Maju Bersama? Mengapa Tak Teruskan RPTRA?

Rabu, 04 April 2018 09:49 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu

Kegiatan warga RW 17 di RPTRA
Kegiatan warga RW 17 di RPTRA
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Anies dan Sandi menjabarkan perbedaan antara Taman Maju Bersama dengan RPTRA.

JAKARTA – Ragam komentar menyeruak saat Anies Baswedan mengungkapkan akan mengembangkan Taman Maju Bersama dan Taman Pintar saat rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta kemarin. Mengapa tidak meneruskan program gubernur sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA)?

Anies berdalih konsepnya berbeda. Pengelolaan Taman Maju Bersama dilakukan bersama warga. Pemanfaatannya juga berdasar dari aspirasi warga. Sehingga, lebih bervariasi dan menyesuaikan kebutuhan di tiap-tiap wilayah.

“Kita menginginkan taman orientasinya park bukan garden. Jadi, Taman Maju Bersama dan Taman Pintar bukan hanya sekadar peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), melainkan juga memberikan wadah interaksi kepada warga setempat secara bottoom up, bukan top down. Harapannya nanti lebih ada interaksi antarwarga,” tuturnya.

Berbeda dengan RPTRA yang fasilitasnya sudah terkonsep dan memiliki acuan khusus, seperti tersedia perpustakaan atau ruang menyusui.

Wakil Gubernur DKI Jakarta juga berpendapat, langkah tersebut untuk merealisasikan aspirasi warga. Selama ini, banyak warga yang mengeluhkan RPTRA karena pengelolaannya terlalu tertutup. Warga seakan tidak mendapat kesempatan untuk turut berpartisipasi.

“Atas dasar itulah, kami menggagas Taman Maju Bersama dan Taman Pintar dengan konsep yang lebih partisipatif kolaboratif. Warga bisa berperan aktif di sini, dari hal mendesain pengelolaannya hingga aktivitasnya” ucapnya.

Politisi PDIP yang menjabat sebagai anggota DPRD DKI William Yani justru menilai Anies-Sandi hanya ingin menunjukkan bahwa mereka berbeda dari kepemimpinan sebelumnya. Sayangnya, kesan yang muncul, Anies-Sandi terlalu alergi menggunakan istilah yang sudah populer sebelumnya pada masa pemerintahan Ahok-Djarot.

“Tidak perlu ‘alergi’ pakai kata normalisasi sungai, RPTRA, rusunawa, rusunami, rumah deret, penggusuran atau penertiban, dan lainnya,” ucapnya.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Djafar Muchlisin mengatakan rencananya pembangunan Taman Maju Bersama dimulai tahun ini, 12 lokasi terlebih dahulu di lima wilayah kota. Namun, dia belum bisa menjabarkan detail perihal taman tersebut.

"Kalau luas, mulai dari 500 meter hingga 1 hektare. Yang jelas, kalau RPTRA kan terpadu ramah anak, kalau Taman Maju Bersama mencakup semuanya," imbuhnya.