-->
Jakarta > Pendidikan

Pemerintah Harus Punya Kebijakan Pendidikan Entrepreneur Mulai Sekolah Dasar

Sabtu, 26 Agustus 2017 20:29 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Farid Hidayat

Anak-anak belajar Enterpreneurship, di Young Enterpreneurs.
Anak-anak belajar Enterpreneurship, di Young Enterpreneurs.
Foto : Farid Hidayat

Share this








Akan lebih baik bila pendidikan kewirausahaan atau Entrepreneur ditanamkan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

JAKARTA – CEO Young Entrepreneurs Livia Benedict  mengatakan, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan di bidang pendidikan tentang pentingnya mata pelajaran kewirausahaan atau entrepreunership diajarkan mulai sejak dini

"Pendidikan Entrepreneurs ship harus diberikan sejak anak masih sekolah dasar, sehingga sejak dini sudah ada jiwa sebagai seorang pebisnis," kata Livia saat peresmian dan open house Young Entrepreuners di Jalan Pembangunan 2 No 20, Gajah Mada, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8/2017).

Malah, kata dia, akan lebih baik bila pendidikan kewirausahaan ditanamkan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi. "Karena jika telah dilatih sejak kecil maka jiwa kewirausahaannya akan lebih kuat, sehingga saat lulus menjadi sarjana bisa membuka lapangan kerja sendiri," katanya.

Namun, dalam kenyataan, banyak lulusan sarjana tidak punya pekerjaan, dan tidak ada alternatif untuk menjadi entrepreneur karena tidak dibekali kewirausahaan. "Karena itu, pendidikan kewirausahaan harus diajarkan sejak dini, agar ketika selesai studi, mereka sudah siap membuka usaha," paparnya.

Semakin banyak yang membuka lapangan pekerjaan, lanjut dia, otomatis angka pengangguran akan semakin sedikit. Livia Mengatakan, program yang ditawarkan di Young Entrepreneurs merupakan program yang diadaptasi dari Afrika Selatan dimana program entrepreunership seperti sudah dilakukan di berbagai sekolah-sekolah di sana untuk melatih anak-anak memiliki jiwa usaha.

"Kenapa mereka melatih untuk entrepreneurship, sebenarnya Afrika selatan itu demografisnya lumayan mirip dengan Indonesia. Dimana banyak sekali young population banyak generasi mudanya . Nah, generasi muda ini mereka naik ke generasi bekerja, mereka akan berkompetisi dengan semua orang untuk mendapatkan pekerjaan dimana kita tahu mendapatkan pekerjaan itu ada sulit dan ada tidaknya," ungkapnya.

"Karena anak-anak sekarang fighting spiritnya agak sedikit lemah, mereka mudah menyerah, begitu susah sedikit mereka jadi malas atau enggak jadi takut. Karena itulah program yang kita tawarkan," tuturnya lagi.

    -->