Jumat, 08 Juni 2018 19:01:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Leny Kurniawati
Andika Leonardo, mahasiswa BINUS University swafoto bareng CEO Apple Tim Cook.
Andika Leonardo, mahasiswa BINUS University swafoto bareng CEO Apple Tim Cook.
Foto : istimewa
 

JAKARTA -  Worldwide Developer Conference (WWDC) tidak hanya menjadi ajang tahunan untuk meluncurkan inovasi terbaru Apple. Tapi, selama enam tahun terakhir, Apple juga memberikan beasiswa bagi pelajar untuk menghadiri WWDC secara langsung.

Ada 350 orang yang berasal dari 42 negara yang mendapatkan beasiswa yang menghadiri WWDC 2018. Di Indonesia, mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut adalah Andika Leonardo, dari BINUS University jurusan Ilmu Komputer.

Dia menjadi pelajar pertama yang mendapat beasiswa Apple dan menghadiri ajang tahunan tersebut. Andika memenangkan beasiswa ini setelah menciptakan kelas jaringan neural di aplikasi Swift Playgrounds milik Apple. Andika merupakan anak muda yang cepat belajar.

"Hanya butuh satu minggu yang dipelajari untuk mempelajari dan memahami machine learning," kata Andika kepada infonitas.com, Jumat (8/6/2018).

Bahkan dia hanya membutuhkan waktu tiga minggu untuk mengembangkan dua sistem, yaitu program yang dapat memperhitungkan rute terpendek di antara dua titik dan program yang dapat mengenali dan membaca tulisan tangan dan nomor 1-9.

Mahasiswa BINUS University ini menjadi salah satu orang yang berhasil mengikuti ajang tahunan WWDC di Cupertino, Amerika Serikat sekaligus berkesempatan bertemu langsung dengan CEO Apple Tim Cook untuk mengajaknya berselfie.

Dalam kesehariannya, Andika selalu meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu coding kepada mahasiswa lainnya untuk mengetahui kemampuan dirinya.

"Ini bagian dari proses pembelajaran. Saat ini, saya berencana untuk meluncurkan aplikasi App Store yang disebut Quickplay. Hanya saja Andika belum mengungkap lebih jauh fokus layanan aplikasinya tersebut," pungkasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda