Selasa, 22 Agustus 2017 15:39:00
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS
Ilustrasi SLB
Ilustrasi SLB
Foto : istimewa
 

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan membangun sekolah luar biasa (SLB) di tiap kecamatan. SLB ini diperuntukan untuk memenuhi hak pendidikan bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus.

“Saya sudah perintahkan kedepannya kita harus bangun satu SLB di tiap kecamatan. Berarti akan ada 44 kecamatan,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Djarot melanjutkan, pembangunan SLB akan dimulai tahun 2018. Pembangunan bisa dimulai setelah perda terkait hal tersebut diterbitkan. Namun, jika Perda tersebut membutuhkan waktu yang lama, maka Pemprov DKI akan menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) terlebih dahulu.

"Kalau perlu diajukan 2018. Caranya gampang, kami bisa mengalihfungsikan gedung-gedung SD atau SMP yang sudah di-regrouping, kemudian kami alihkan menjadi sekolah luar biasa," ucapnya.

Mantan Wali Kota Blitar ini menyebut, anak-anak berkebutuhan khusus di DKI harus difasilitasi pendidikannya dan harus tetap sekolah. Sebab, anak berkebutuhan khusus juga berhak mendapat pendidikan seperti anak lainnya. "Jadi misinya adalah jangan sampai anak-anak berkebutuhan khusus itu tidak sekolah," ucapnya.

Saat ini di DKI hanya memiliki 8 SLB Negeri. Sedangkan SLB Swasta sebanyak 79 sekolah. SLB membawahi semua jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto menjelaskan, SLB tersebut akan dibangun di sekolah-sekolah yang telah dilikuiditas. Dinas Pendidikan DKI masih memetakan sekolah yang kena likuiditas tersebut.

"Sekolah likuidasi itu adalah di mana punya gedung tetapi muridnya kurang dari 100, nah ini boleh dilakukan likuidasi. Begitu dilikuidasi, ya kami ambil alih itu, kami gunakan untuk SLB," katanya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda