-->
Jakarta > Pendidikan

Di Era Digital, Orangtua Harus Paham Digital Parenting

Kamis, 17 Mei 2018 13:00 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ronald Tanoso

Joyful School Trainer Transformational Educator dari Sekolah Alam Cikeas, Fadhil Mas Ghufron
Joyful School Trainer Transformational Educator dari Sekolah Alam Cikeas, Fadhil Mas Ghufron.
Foto : Ronald Tanoso

Share this








Digital parenting sangat penting karena dapat membantu para orang tua mengoptimalkan teknologi untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan anak-anak.

JAKARTA – Penggunaan teknologi digita seperti tidak bisa dibendung dalam kehidupan sehari-hari. jumlah penggunanya pun terus meningkat hingga menyasar pada anak-anak dan remaja.

Laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017, tercatat 143 juta orang terhubung dengan jaringan internet. Data itu juga menyebutkan 16,68 persen pengguna internet adalah anak-anak dan remaja dengan rentang usia 13-18 tahun.

Menanggapi hal itu, Joyful School Trainer Transformational Educator dari Sekolah Alam Cikeas, Fadhil Mas Ghufron berpendapat, di era teknologi yang serba canggih seperti sekarang ini, cukup sulit untuk tidak memperbolehkan anak sama sekali bermain gadget.

"Alih-alih bermaksud mencegah dampak buruk yang ditimbulkan, hal tersebut justru akan membuat anak merasa terkucilkan dari pergaulan. Mendalami dunia digital seharusnya bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari parenting agar kita tetap mampu memahami apa yang disukai anak-anak," bebernya saat bincang santai dengan Infonitas.com, Kamis (17/5/2018).

Fadhil pun menambahkan bahwa pola asuh dan ajaran yang diberikan oleh orang tua maupun guru disekolah sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan anak itu sendiri. Menurutnya, apa yang seharusnya diberikan kepada si anak ini baiknya harus sesuai juga dengan kebutuhan anak-anak itu sendiri.

"Jadi menurut saya, digital parenting ini sangat penting buat kebutuhan anak-anak jaman sekarang. Karena hal seperti ini dapat membantu para orang tua dalam mengoptimalkan kehadiran teknologi untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan anak-anak," timpalnya.

Selain itu juga dirinya mengakui jika kehadiran teknonolgi informasi memang menjanjikan banyak kemudahan dan solusi dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi sekaligus menjadi ancaman bagi generasi berikutnya.

"Saat ini mungkin kita  tidak terlalu merasa sulit saat memfasilitasi anak-anak kita dengan perangkat teknologi. Pertanyaannya apakah kita sudah menyiapkan diri dengan baik dan matang," ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepsek SMA SA Cikeas.

 

    -->