Senin, 28 Mei 2018 13:41:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
Foto : Rendy MR
 

JAKARTA –Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengungkapkan nilai rata-rata ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah mengalami penurunan.

Menanggapi kabar tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru menganggap biasa. Kesuksesan pelajar, kata dia, tidak bisa diukur dari hasil satu angka yakni ujian nasional (UN).

“Yang penting adalah suasana belajar di sekolahnya baik, nanti kami akan dorong di Jakarta,” ujar Anies di Jakarta, Senin (28/5/2018).

Sebagai mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies sempat memikirkan wacana tidak memberlakukan ujian nasional sebagai penentu hasil sekolah. “Saya dari dulu selalu mendorong assessment pendidikan yang komprehensif. Bahkan, ketika saya jadi Kemendikbud saya tidak lagi menggunakan ujian sebagai syarat kelulusan karena itu satu aspek dari penilaian pendidikan,” ungkapnya.

Penilaian yang jauh lebih komprehensif tidak hanya ditentukan satu angka ketika UN melainkan perkembangan pelajar selama mengikuti pengajaran. Potensi dan perkembangan pelajar bisa terlihat dan dinilai lebih baik dibandingkan dengan ujian nasional.

 “Bagi saya yang penting anak-anak belajarnya dengan senang, berkembang potensinya, dan Insya Allah mereka bisa hidup mandiri meraih cita-cita,” imbuhnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda