Jakarta > Pemerintahan

Warga Bukit Duri Menang di PTUN, Ini Kata Ahok

Jumat, 06 Januari 2017 19:41 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Purwanto

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Share this





Ahok tetap percaya diri di tengah problematika yang datang sebagai petahana Cagub DKI Jakarta.

LENTENG AGUNG – Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) angkat bicara terkait keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengabulkan gugatan warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

“Ya, kami tunggu saja nanjit proses hukumnya ada. Pasti lanjut (normalisasi) selama kena trase,”kata Ahok di tengah kampanye, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2017).

Normalisasi Kali Ciliwung, memang menjadi dasar persoalan penggusuran di Bukit Duri pada September lalu.

Ahok menggusur wilayah bantaran sungai untuk melakukan normalisasi Kali Ciliwung dengan alasan menanggulangi banjir.

Warga Bukit Duri melawan kebijakan tersebut. Mereka melayangkan gugatan Surat Peringatan 1 yang diterbitkan Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, pada Oktober lalu.

Gugatan itu menhasilkan keputusan Majelis Hakim PTUN dengan menyatakan warga Bukit Duri secara sah mendiami tanah itu. Putusan itu juga meminta Satpol PP dan Pemprov DKI memberikan ganti rugi kepada warga Bukit Duri.

 

 







Jakarta > Pemerintahan

Pendukung Ini Meminta Ahok Jangan Nangis Lagi

Senin, 19 Desember 2016 16:19 WIB
Editor : Abdul | Sumber : Detik.com

Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Senin (19/12/2016).
Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Senin (19/12/2016).

Share this





Emosional Basuki Thaja Purnama (Ahok) sebagai terdakwa kasus penistaan agama mengundang simpati warga.

MENTENG – Aktivitas posko kemenangan Ahok Djarot ‘Rumah Lembang’ kembali diramaikan oleh ratusan pendukung. Uniknya, kali ini salah satu pendukung menyinggung Ahok dengan persidangan kasus penistaan agama yang telah berlangsung, (13/12/2016) lalu.

“Pak Ahok jangan emosi, jangan marah dan jangan nangis lagi, harus tegar, Pak,”kata seorang pendukung bernama Nurul kepada Ahok-Djarot di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016).

Seperti diketahui, Cagub DKI Jakarta nomor urut 2 itu telah menjalani proses hukum lantaran diduga melakukan penistaan agama di Kepulauan Seribu, September lalu. Sebagai pendukung, ia pun mengingatkan sang Cagub untuk mengingat sejarah. Sebab, kata dia, terkait Surat Al-Maidah ayat 51, terdapat beberapa tokoh yang turut memberikan pernyataan tak biasa terhadap Al-Quran.

“Ahok besok ke pengadilan, jangan sekali-sekali lupakan sejarah. Gus Dur dulu pernah bilang Quran porno, bayangkan Quran dibilang porno. Ahmad Dhani juga pernah konser injak-injak lambang yang mirip tulisan Allah dimaafkan oleh Gus Dur,”pungkasnya.

Bahkan, dengan semangat ia menuturkan pesan untuk para penegak hukum. “Semoga jaksa dan hakim jangan takut pada tekanan. Umat Islam di Indonesia 200 juta orang, yang nekan paling 5 juta. Itu kecil dibanding 200 juta. Ingat, Jakarta butuh pemimpin model begini,”katanya.







Jakarta > Pemerintahan

Dana Kampanye Ahok dari Warga Tembus Rp 50 Miliar

Senin, 19 Desember 2016 10:35 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : dbs

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Share this





Tidak ada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lain yang didukung rakyat, kecuali Ahok-Djarot

JAKARTA – Penggalangan dana kampanye pasangan Ahok-Djarot sudah mencapai Rp 50 miliar. Dana ini diperoleh dari beragam kegiatan, seperti jamuan makan berbayar hingga penggalangan dana di Rumah Lembang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif Djarot Saiful Hidayat mengaku bangga. Menurut dia, tidak ada pasangan lain yang disumbang rakyat, kecuali Ahok-Djarot.

"Mereka gotong royong menyumbang dari mulai Rp 10.000, 20.000, 50.000,100.000 sampai Rp 75 Juta. Sekarang sudah terkumpul lebih dari Rp 50 miliar," kata Djarot saat menghadiri pelantikan pengurus dan apel siaga 2.000 relawan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Jakarta Barat, Minggu (18/12/2016).

Dari jumlah itu, 78 persen di antaranya merupakan sumbangan individu yang nominalnya di bawah Rp 500.000. "Itu artinya yang menyumbang sebagian besar adalah rakyat kecil," kata Djarot.







Jakarta > Pemerintahan

Rencana Ahok Bangun Klinik di Pasar

Kamis, 15 Desember 2016 15:49 WIB
Editor : Abdul | Sumber : tribunnews.com

Ilustrasi klinik
Ilustrasi klinik

Share this





Membidik kaum hawa, kali ini Ahok berencana bangun klinik di pasar.

MENTENG – Sebagai petahana Cagub DKI Jakarta, Basuki Thaja Purnama (Ahok) terus unjuk gigi dengan berrbagai gagasan di depan pendukung, Posko Kemenangan, Rumah Lmebang, Menteng, Jakarta Pusat.  Menurut Ahok, selama ini mayoritas perempuan enggan memeriksakan kesehatan lantaran waktu menunggu hasil cukup lama.

Maka dari itu, ia menggagaskan dengan berencana membuat klinik di pasar-pasar Jakarta untuk masyarakat.

“Jadi, kalau di pasar periksa kesehatan bisa sekalian nunggu belanja dulu. Ibu-ibu bisa periksa pap smear periksa macam-macam,”kata Ahok di Rumah Lembang, Kamis (15/12/2016).

Rencana tersebut masuk dalam program andalan Ahok bersama pasangannya, Cawagub Djarot Saiful Hidayat. Bahkan, ia berencana menyiapkan vaksin.

“Kami sudah siapkan vaksin serviks gratis. Orang masih banyak yang fitnah bilang vaksinnya bikin mandul. Tapi ya sudahlah tidak usah didengerin,”katanya.

Selain itu ia menegaskan, “Saya mau bikin konsep klinik pasar buat ibu-ibu. Jadi, yang suka ke pasar bisa sambilan.”







Jakarta > Pemerintahan

Ahok Dapat Dana Kampanye Rp 1 M dari Gala Dinner di Kelapa Gading

Sabtu, 10 Desember 2016 12:24 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Muhammad Azzam

Ahok saat gala dinner di Restoran Angke Kelapa Gading.
Ahok saat gala dinner di Restoran Angke Kelapa Gading.

Share this





Ahok dapat dana kampanye Rp 1 miliar dari 500 peserta gala dinner yang digelar di Kelapa Gading.

KELAPA GADING - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat dana kampanye Rp 1 miliar dari gala dinner yang digelar di Restoran Angke, MOI Kelapa Gading. Penggalangan dana itu digelar Jumat (9/12/2016).

Gala dinner itu kebanyakan dihadiri warga Kelapa Gading. "Hari ini, panitia beritahu terkumpul dana Rp 1 miliar dari 500 peserta undangan. Hampir semua peserta menyumbang,” ujar suami Veronica Tan ini di sela-sela acara gala dinner tersebut.

Ahok mengatakan penggalangan dana yang digelar dalam berbagai bentuk seperti gala dinner dilakukan hampir setiap malam. “Penggalangan dana diadakan hingga akhir Desember. “Besok malam dan minggu depan ada gala dinner lagi. Setiap penggalangan dana kami mengumpulkan dana berkisar Rp 500 juta sampai Rp 2 miliar,” tuturnya.

Ia menjelaskan donasi untuk kampanye Ahok – Djarot dari individu bisa Rp 10 miliar hingga Rp 75 juta.  Sedangkan, untuk perusahaan atau organisasi maksimal urunan Rp750 juta. Ahok menargetkan hingga akhir tahun, donasi terkumpul bisa mencapai 80 miliar hingga akhir tahun.







Jakarta > Pemerintahan

Ahok Klaim Uang Kampanye Rp27 Miliar dari Rakyat

Jumat, 09 Desember 2016 19:12 WIB
Editor : Abdul | Sumber : detik.com

Ahok - Djarot
Ahok - Djarot

Share this





Petahana Cagub DKI Jakarta Basuki Thaja Purnama membantah jika dirinya milik kelompok tertentu.

MENTENG – Kabar mengejutkan datang dari pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Thaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Ahok klaim, sejak 1 November 2016 hingga Jumat (9/12/2016) sudah terkumpul dana kampanye dari rakyat senilai Rp27 miliar.

“Satu teman saya pernah bertanya mengapa saya mau mencari duit susah-susah dari rakyat. Saya bilang, ‘saya tidak mau jadi milik kalangan atau orang-orang tertentu. Saya ini milik Jakarta, amanah melayani Jakarta,”kata Ahok dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (9/12/2016).

Uang tersebut, kata dia, berasal dari Kampanye Rakyat dengan menggelar penggalangan dana. Tujuannya, agar langsung berpartisipasi mendukungnya sebagai Cagub dan Djarot sebagai Cawagub.

Ia pun langsung percaya diri atas nilai rupiah yang diraihnya bersama tim kemenangan. “Kalau ini berhasil, saya harap di Pilkada Serentak 2018 bisa banyak orang mencontoh sumbangan dana seperti ini dan tranparan,”pungkasnya.

Sumber bagian dana itu, diakuinya berasal dari lebih setengahnya merupakan transaksi yang nilainya kurang dari Rp100 ribu.

Sementara, Sekretaris Pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily saat launching penggalangan dana, Selasa (1/11) lalu mengatakan target Kampanye Rakyat sebesar Rp50 miliar. Donasi per orang bisa dilakukan dengan uang Rp100 ribu.







Jakarta > Pemerintahan

Ahok Datangi Warga Bali Mester Jatinegara

Rabu, 23 November 2016 14:00 WIB
Editor : Naufal | Reporter :


Share this





.

Calon Gubernur Pertahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendatangi kawasan padat penduduk di Gang Kedoya, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2016). Menggunakan kemeja kotak-kotak, Kehadiran Ahok disambut antusias ratusan warga. Dalam blusukan ini Cagub nomor urut 2 sempat menyusuri Pasar Mester dan menyapa pedagang.
Teks dan Video : Nurrochmansyah







Jakarta > Pemerintahan

Aksi Tolak Kampanye Ahok-Djarot Terkesan Sudah Dikondisikan

Kamis, 17 November 2016 18:53 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Naufal

Christian PPL Karang Anyar
Christian PPL Karang Anyar

Share this





Pihak bawaslu, KPUD, dan kepolisian harus bisa mengusut aktor-aktor yang diduga telah mengkoordinasi aksi penolakan tersebut.

SAWAH BESAR – Sejumlah warga yang menolak kunjungan kampanye calon wakil gubernur (cawagub) Djarot Syaiful Hidayat di kawasan Sawah Besar bukanlah warga setempat. Ini merupakan hasil penelusuran dari Petugas Pengawas Lapangan (PPL) Kelurahan Karang Anyar.

"Saya yakin bukan warga sini (Karang Anyar), kurang tau dari mana, tau-tau rame saja sudah ngumpul," terang Christian S, PPL Kelurahan Karang Anyar saat ditemui infonitas.com di Kantor Kelurahan Karang Anyar, Jalan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016).

Menurut dia, ada 20 orang yang menolak. Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama. Djarot pun bersikap kooperatif dengan mengajak mereka berdialog. "Enggak lama paling cuma 10 menit, abis itu bubar dengan sendirinya, Pak Djarot juga lanjut kampanye dan diterima baik sama warga lain," paparnya.

Ketua Tim Sukses pasangan calon (paslon) Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi juga mengakui setiap kampanye ke wilayah, selalu ada sekelompok orang yang melakukan penolakan. Bahkan, terkesan sudah dikondisikan dengan baik.

"Setiap Pak Ahok dan Pak Djarot jalan, selalu ada orang-orang yang terkondisi untuk menolak, kaya di Sawah Besar, di ciracas, itu semua yang nolak bukan warga situ," tegas Prasetio di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat kemarin.

Kedepannya pihak timses akan menekan Bawaslu, KPUD, dan Kepolisian perihal pengaman juga pengusutan aktor-aktor yang diduga telah mengkoordinasi aksi penolakan tersebut.

"Saya rasa masyarakat Jakarta punya pilihanya masing-masing, nomor 1, nomor 2 atau nomor 3, tapi kenapa paslon saya yang di tolak," ungkapnya

"Ahok-Djarot itu pasangan sah loh dan diakui di KPUD sebagai calon dan wakil gubernur nomor urut 2, mereka memiliki hak untuk kampanye, kita akan minta pihak terkait untuk menangkap para pelaku yang masih berkeliaran," tandasnya.







Jakarta > Pemerintahan

Kala Ahok Minta Bayaran dari Luna Maya

Kamis, 17 November 2016 12:02 WIB
Editor : Abdul | Sumber : DBS

Luna Maya di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016).
Luna Maya di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016).

Share this





Dukungan Luna Maya menjadi suatu perhatian Cagub Ahok lantaran mengaku tak sanggup melakukan endorse.

MENTENG – Artis Luna Maya secara tiba-tiba mendatangi posko tim kemenangan Ahok-Djarot, Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016). Kedatangan mantan kekasih Ariel Noah itu pun mencuri perhatian sang petahana Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Thaja Purnama (Ahok).

Sebab, kedatangan Luna pagi tadi bertepatan dengan waktu gubernur non-aktif DKI Jakarta itu dalam menerima laporan warga. Luna pun langsung mendapatkan sebuah kemeja kotak-kotak yang menjadi seragam kampanye Ahok-Djarot dari Ketua Tim Sukses Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi.

“Ini ada hadiah dari kita untuk Luna,”kata Prasetio ketika memberikan kemeja kepada Luna Maya seperti dilansir laman Detik.com, Kamis (17/11/2016).

“Thank you pak. Bajunya keren banget. Ini saya enggak di-endorse. Pure dari hati,"ucap Luna.

Bintang film ‘Killers’ itu langsung mengenakan kemeja, dan duduk di samping Cagub nomor urut dua. Tanggapan juga langsung terlontar dari mulut Ahok.

"Saya juga enggak sanggup bayar (endorse Luna). Malah Ahok yang minta dibayar (buat kampanye),"ujar pria asal Bangka belitung itu.

Bagi Luna sendiri, dukungannya terhadap Ahok dengan berbagai konskuensi. Ia mengaku mengetahui berbagai imej sang petahana. Tetapi, kata dia, perubahan telah dirasakannya atas kepemimpinan Ahok selama dua tahun belakangan.

“Tegas enggak apa-apa. Dibilang arogan juga. Daripada manis di depan enggak tahunya sama saja,"kata Luna tersipu malu dan disambut oleh tepuk tangan para pendukung di Rumah Lembang.







Jakarta > Pemerintahan

Pendukung Ahok-Djarot Geruduk Mapolres Jakarta Timur

Rabu, 16 November 2016 19:39 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Massa pendukung Ahok-Djarot menggeruduk Mapolres Metro Jakarta Timur.
Massa pendukung Ahok-Djarot menggeruduk Mapolres Metro Jakarta Timur.

Share this





Kedatangan pendukung Ahok – Djarot di Mapolres Metro Jakarta Timur meminta polisi mengusut kasus penghadangan saat kampanye Ahok-Djarot.

JATINEGARA – Puluhan massa pendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat, Rabu (16/11/2016) malam menggeruduk markas Polres Metro Jakarta Timur.

Dalam aksi tersebut Ketua Tim Sukses Ahok – Djarot Prasetyo Edi Marsudi menuntut keadilan penegak hukum terkait sejumlah aksi penghadangan yang dilakukan oleh sekelompok massa saat blusukan Ahok-Djarot."Kedatangan kami untuk menuntut pihak kepolisian untuk menindaklanjuti penghadangan saat kampanye Ahok-Djarot," kata Edi di depan Mapolres Metro Jakarta Timur.

Edi menjelaskan, polisi harus menyelidiki kasus penghadangan yang sudah banyak dilakukan oleh sekelompok massa itu. Dia menilai, penghadangan ini dilakukan secara struktur dan terorganisir. "Kok penghadangan ini semakin sering seperti terstruktur dengan baik, ada apa sebenarnya?" jelasnya.

Edi juga menyampaikan, pasangan Ahok dan Djarot juga sebagaimana pasangan calon Cagub dan Cawagub yang lainnya, sehingga harus memperoleh kesamaan hak untuk terjun ke masyarakat untuk menyampaikan visi dan misinya.

"Kenapa yang dihadang hanya pasangan Ahok dan Djarot saja? Padahal mereka sama dengan (pasangan) yang lainnya yang juga dilindungi oleh undang-undang," pungkasnya.

Pantauan infonitas.com di lokasi, puluhan massa pendukung pasangan Ahok-Djarot itu datang sekira pukul 18.30 WIB secara konvoi. Untuk menuntut keadilan, massa juga menyanyikan Mars PDI P dan lagu "Maju Tak Gentar". Pendukung Ahok menggeruduk Mapolres Jakarta Timur setelah kampanye Djarot dihadang di Jatinegara Kaum, sore tadi.







Jakarta > Pemerintahan

Diduga Warga Tolak Ahok, Jadwal Kampanye di Ciracas Dipercepat

Selasa, 15 November 2016 18:08 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Share this





Jadwal Kampanye Ahok di Ciracas pukul 16.00. Namun jadwal itu dipercepat 1 jam 30 menit. Diduga demi menghindari penolakan warga.

JAKARTA - Berdasarkan informasi dari tim kampanye Ahok - Djarot yang diterima Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ciracas, Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dijadwalkan berkampanye di Kelurahan Ciracas Jakarta Timur. Ahok akan mengunjungi warga RT 03 RW 010 Kelurahan Ciracas pada Selasa (15/11/2016)  pukul 16.00 – 17.30.  Namun kunjungan itu dipercepat. Ahok tiba pukul 14.30 atau lebih cepat 1 jam 30 menit.

Menurut sumber infonitas.com di PPK Ciracas, jadwal kunjungan Ahok di Kelurahan Ciracas sengaja dibuat dadakan. “Mungkin Ahok menghindari publikasi dan memilih kampanye diam-diam untuk hindari penolakan warga,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut, Selasa (15/11/2016).

Tim kampanye Ahok memang enggan mempublikasikan jadwal kampanyenya menyusul banyak penolakan warga. Sebelumnya, Ahok sempat ditolak sekelompok warga di Rawa Belong, Jakarta Barat. Penolakan terhadap Ahok semakin gencar setelah Gubernur DKI Jakarta non aktif tersebut diduga melakukan penistaan agama.