Selasa, 12 Desember 2017 11:04:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Yatti Febriningsih
Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno
Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno
Foto : Yatti Febriningsih
 

JAKARTA – Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut kinerjanya bersama Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan terus menjadi sorotan. Bahkan, Sandiaga mengakui jika keduanya selalu dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

“Pasti kita dibanding-bandingkan. Dan itu tidak bisa terlepas bahwa kita akan selalu dibanding-bandingkan sama sebelumnya. Jangankan dibanding-bandingkan sama pak Basuki, sama yang sebelumnya juga pasti,” ungkap Sandiaga di Balai kota, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Begitu juga ketika disinggung ihwal mulai tidak mengunggah video rapim ke channel youtube resmi milik Pemrov DKI seperti yang dilakukan era kepeimpinan Ahok. Terkait hal ini, Sandiaga membantah kabar tertutup, namun kata dia hanya saja sistem mendapatkan informasi yang diubah untuk mendapatkan video tersebut.

“Tapi yang penting prinsip transparansi dan akuntabilitas itu nggak berubah. Kalian mau ? Fine. Write a letter ke Diskominfo. Kita akan provide itu. Tapi digunakannya untuk apa, kalau itu ujungnya jadi meme itu kita tahu siapa yg merilis ke publik.  Berarti ada akuntabilitasnya di kalian juga. Kalau sekarang semuanya dipermainkan begitu, nggak akan abis-abisnya ini, akan terpecah belah,” beberrnya.

Terkait video Rapim tersebut, Sandi mengakui jika memang tidak lagi mengunggah video tersebut seperti yang tercantum dalam peraturan gubernur (Pergub) Pergub Nomor 159 Tahun 2016 tentang Penayangan Rapat Pimpinan dan Rapat Kedinasan Pengambilan Keputusan Terkait Pelaksanaan Kebijakan pada Media Berbagi Video. Hal tersebut kata Sandi dilakukan untuk menghindari perpecahan antara masyarakat.

“Saya ingin menyatukan warga. Media juga justru harus mempersatukan warga juga. And that’s hope, ini mau masuk natal, tahun baru, festive season, kita cool down, kita jangan memanas-memanaskan.  Kita harus meredam, menyejukkan dan meneduhkan suasana mulai dari Balai Kota sampai ke seluruh wilayah Jakarta,” pungkasnya.

 

 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda