Jakarta > Pemerintahan

Wagub DKI : Butuh Waktu Sebulan Bersihkan Sampah Kolong Tol Pelabuhan

Jumat, 20 April 2018 18:41 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Yatti Febriningsih

Kondisi sampah di kolong Tol Pelabuhan, Warakas, Tanjung Priok.
Kondisi sampah di kolong Tol Pelabuhan, Warakas, Tanjung Priok. (sumber: Liputan6)
Foto : istimewa

Share this








Tumpukan sampah yang menggunung di kolong Tol Pelabuhan, Warakas membuat penanganan pembersihan sampah tersebut diperkirakan memakan waktu sebulan.

JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan proses pembersihan sampah yang ada di kolong Tol Pelabuhan di kawasan Warakas bisa memakan waktu hingga satu bulan. Hal ini lantaran tumpukan sampah di sana sudah menumpuk selama bertahun-tahun lamanya.

“Sudah mulai dikerjakan, akan makan waktu satu bulan," kata Sandiaga di Balaikota, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Sandiaga mengatakan proses pembersihan sendiri sudah mulai dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Ia menyarankan pihak Bina Marga untuk melakukan pemagaran pada sisi kolong tol supaya tidak dijadikan tempat pembuangan sampah saat ini.

"Yang punya lahannya itu tidak memagari, tidak menjaga ya pasti akan dipakai oleh warga untuk membuang sampah. Kita akan koordinasikan dan setelah itu moga-moga dengan pengelola jalan tol, kita mau pagari saja," tutur Sandiaga.

Selanjutnya, menurut dia banyanya tumpukan sampah terjadi lantaran masyarakat sekitar serta yang melewati jaln tersebut tidak memiliki kesadaran akibat buang sampah sembarang. Terlebih kata  jalan untuk menuju kolong tol itu sangat sempit sehingga truk pengangkut sulit masuk.

Setelah dilakukan pembersihan, Sandiaga berencana selain diberi pagar juga akan memanfaatkan lahan supaya bisa dimanfaatkan warga sekitar tapi tidak bisa dipakai olahraga sepak bola seperti RPTRA karena terbatas pada ketinggian jalan tol layang.

"Kita pagar atau kita gunakan untuk aktivitas masyarakat. Tapi karena tidak terlalu tinggi jadi untuk main bola tidak bisa, kita lihat nanti difungsikan seperti apa. Kalau tidak difungsikan, dibiarkan kosong begitu, pasti akan jadi tempat pembuangan sampah lagi," imbuhnya.