Jakarta > Pemerintahan

Video ‘Sunnatullah Pompa ke Laut’ Anies Baswedan Bikin Heboh

Rabu, 07 Februari 2018 10:23 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau situasi ketinggian air di Pintu Air Manggarai, Jakarta pada Senin (5/2/2018) sore.
Foto : istimewa

Share this








Video Anies saat mengomentari banjir Jakarta membuat heboh. Anies sempat menolak solusi untuk memompa air hujan ke laut karena dianggap melanggar.

JAKARTA -  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menjadi perbincangan hangat masyarakat. Video Anies saat tengah diwawancara awak media beredar luas di media sosial.

Saat itu, Anies mengenakan seragam dinas cokelat sambil dipayungi oleh ajudannya. Video berdurasi 1 menit 8 detik ini berisi komentar Anies saat ditanya awak media soal solusi penanganan banjir Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

“Pompa-pompa seharusnya siaga, begitu juga di Bina Marga, pompa bawah yang biasanya disebut underpass itu dalam posisi on. Pompa kita di Jakarta ini ada lebih dari 450, semuanya posisi siap. Lebih dari 200 ada di muara dan semuanya juga posisi siap. Nah, ketika air sampai di muara maka siap untuk di pompa kelaut,” ujar Anies dalam video seperti dikutip Infonitas.com, Rabu (7/2/2018). 

Yang menghebohkan, pada menit 00.27 video tersebut terlihat mengaskan pernyataan Anies dengan video lainnya. Bahkan, perbandingan ini diulamg hingga sebanyak dua kali mulai dari detik 00.27 hingga detik 00.39. 

“Dan ini melawan sunnatullah kenapa (dipompa ke laut). Dan ini melawan sunnatullah kenapa (dipompa ke laut),” kata Anies 

Dalam video tersebut terlihat jelas, Anies baswedan sempat menolak solusi untuk memompa air hujan ke laut karena dianggap melanggar sunnatullah. 

“Dan ini melawan sunnatullah kenapa, air itu turun dari langit ke bumi, bukan ke laut. Harusnya dimasukkan ke dalam bumi, kedalam tanah. Kenapa.? (Di pompa kelaut). Diseluruh dunia, air jatuh itu dimasukkan ke tanah, bukan di alirkan pakai gorong-gorong raksasa kelaut, Jakarta telah mengambil keputusan yang fatal,” tutup Anies dalam video tersebut. 

Sebagai informasi, rupanya video perbandingan tersebut ialah dimana saat Anies mengisi sebuah ceramah sebelum resmi menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.