-->
Jakarta > Pemerintahan

100 Hari Anies-Sandi

Tukang Becak Mending Alih Profesi Masuk OK OCE

Rabu, 24 Januari 2018 15:25 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Tukang Becak
Bejo, salah satu tukang becak di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara
Foto : Chandra Purnama

Share this








Anies berencana kembali menjadikan becak sebagai angkutan lingkungan di Ibu Kota. Namun, lebih baik tukang becak alih profesi masuk OK OCE.

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta fraksi PDIP menggelar konferensi pers terkait 100 hari kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Yang menjadi pembahasan antara lain kebijakan Anies soal menghidupkan kembali angkutan becak di Ibu Kota. 

“Memang kita bicara becak itu identik dengan partainya Wong Cilik. Tetapi,  berkali-kali saya sampaikan bahwa Anies-Sandi membuat kebijakan seolah-olah jika pak Anies pro dengan rakyat kecil,” ujar Ketua Fraksi PDIP, Gembong Warsono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/1/2018). 

PDIP sama sekali tidak menentang niat Anies membantu rakyat miskin terutama pengayuh becak. Hanya saja, kata dia, kalau memang peduli, Anies seharusnya bisa menaikkan derajat para pengayuh becak lebih baik lagi dari sebelumnya. 

“Yang kita tentang bukan itu, tetapi Pak Anies melanggar aturan.  Alih profesikan (tukang becak), naikkanlah derajatnya. Jadikan mereka pedagang bakso mungkin. Masukkan dalam program OK Oce. Jika itu dilaksanakan oleh pak Anies-Sandi kita kasih dua jempol,” lanjutnya. 

Untuk diketahui, sebelumnya Anies Berencana menghidupkan kembali becak sebagai transportasi umum dengan konsep angkutan lingkungan di Ibu Kota. 

Rupanya Anies sendiri terlibat kontrak politik dengan para pengayuh becak. Kontrak politik ini belakangan diketahui dilakukan saat masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta lalu. 

    -->