Jakarta > Pemerintahan

Tong Sampah Jerman Rp 9.6 Milliar, Anies : Siap-Siap Kejutan Lagi

Senin, 04 Juni 2018 12:25 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Tong sampah made in Jerman.
Tong sampah made in Jerman.
Foto : istimewa

Share this








Anies menjawab pertanyaan awak media soal tong sampah Jerman seharga Rp 9,6 miliar dengan ungkapan yang terkesan teka-teki.

JAKARTA - Pengadaan tong sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menjadi viral di media sosial. Pasalnya, Dinas LH membeli tong sampah buatan Jerman dengan total anggaran Rp 9,6 miliar untuk 2.600 tempat sampah.

Saat dikonfirmasi, Gubernur DKI Jakarta Anies membenarkan soal pengadaan tong sampah dengan nilai milliaran rupiah tersebut. Namun, saat ditanya soal detailnya, Anies terkesan berteka-teki kepada awak media. “Nanti soal tong sampah saya ceritakan kalau sudah lengkap ya. Nanti siap-siap kejutan lagi,” ujar Anies di Balaikota, Jakarta Senin, (4/6/2018). 

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Dinas LH DKI Jakarta Isnawa Adji menjawab alasan untuk total nilai anggaran itu. Di sini, Isnawa mengklaim angka Rp 9.6 Milliar tersebut justru lebih murah dibanding jika dibeli dari toko online. 

"Kalau dibandingkan toko online ini malah lebih mahal. Di sana bisa Rp 4,4 juta untuk satuannya dan itu buatan Cina yang belum bersertifikasi," ujar Isnawa ketika dihubungi wartawan, Senin (4/6/2018).

Isnawa menjelaskan, tong sampah buat Jerman ini hanya dipatok sekitar Rp 3,6 juta per unit dan sudah memiliki standar internasional.

Adapun soal anggaran, tambah Isnawa, masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2018. Untuk Dinas yang dikelolanya, Pemrov DKI sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 12,5 miliar.

Meski sudah disiapkan anggaran dengan jumlah yang besar, Isnawa menegaskan jika pihaknya belum tentu akan membayar Rp 9,6 miliar. Sebab, kata dia pembayaran akan disesuaikan demgan jumlah barang yang diterima. 

“Jadi kalau sampai batas yang ditentukan ternyata pengadaannya hanya Rp 8 miliar, ya segitu yang akan kita bayar," pungkasnya.