Rabu, 07 Maret 2018 14:55:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Tidak Mudah Ikut OK Otrip, Harus Sekolah Dulu
Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sigit Wijatmoko
Foto : Yatti Febriningsih
 

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta terus menggalakkan layanan transportasi One Karcis One Trip (OK Otrip). Bahkan, sebelum bergabung, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memberikan pendidikan ekstra dengan menyekolahkan para Supir Angkotan Kota (Angkot) terlebih dulu. 

Mereka, kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sigit Wijatmoko, akan dikirim ke sekolah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Politeknik keselamatan Transportasi Jalan di Tegal, Jawa Tengah. 

“Jadi kan begini ini semua kan dituntaskan yah OK Otrip ini armadanya diperbaiki karena apapun yang tergabung di OK Otrip kan berubah dari setoran ke Standart Pelayanan Minimum. Armadanya di standarisasi kalau perlu di revitalisasi, drivernya juga disiapkan,” ucapnya di Balai kota, Jakarta, Selasa (7/3/2018). 

Setelah itu, mereka juga harus komitmen bergabung dengan OK Otrip untuk jangka waktu tertentu. “Kita kita minta adalah mereka membuat peryataan akan siap tergabung dalam OK Otrip minimal selama 12 bulan. Jadi ini aset nih yang bisa didayagunakan untuk OK Otrip,” katanya. 

Sudah ada sebanyak 50 supir angkot yang diterbangkan ke Tegal, Jawa Tengah pada 19-24 Februari lalu. Kedepannya, ada 250 supir angkot lagi yang akan dilatih sepanjang tahun ini. 

“Ada berapa tahapan. Total 250. Kemarin, yang kita kirim tanggal 19-25 baru 50 orang karena kapasitas di kelas sana segitu. Tapi, target kita 250 tahun ini,” lanjutnya. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga sangat mendukung. Berguna untuk melatih para supir angkot agar bisa lebih berlalu lintas dengan baik.

“Kita ingin pelatihan itu memastikan mereka disiplin mengendara dan tidak ugal-ugalan. Punya komitmen untuk keselamatan berlalu lintas dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujar Sandi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (6/3/2018). 

Sebagai Informasi dari 250 driver yang mengikuti pelatihan terdiri dari 15 orang pengemudi dari Kolamas Jaya, 10 orang Komilet Jaya, 5 orang Koperasi Angkutan Budi Luhur, enam orang Koperasi Purimas Jaya, 8 orang Pukopau Halim Perdana Kusuma, 5 orang PT Kencana Sakti Transport, dan sisanya sebanyak 200 orang dari Koperasi Wahana Kalpika (KWK). 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda