Jakarta > Pemerintahan

Tidak Boleh Lagi Ada Tambahan Becak di Ibu Kota

Rabu, 04 Juli 2018 11:36 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Puluhan becak asal Indramayu yang mangkal di kolong flyover Bandengan Utara III, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (25/1/2018).
Puluhan becak asal Indramayu yang mangkal di kolong flyover Bandengan Utara III, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (25/1/2018).
Foto : Adi Wijaya

Share this








Sandi mematok jumlah becak yang beroperasi di Ibu Kota. Tidak boleh lagi ada penambahan.

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan tidak boleh ada lagi penambahan becak di Ibu Kota. Berdasar data, jumlah becak saat ini mencapai 2.907 unit. Keberadaannya tersebar di sejumlah jalan lingkungan.

“Kami sudah memberikan batch, stiker, dan kita kunci angkanya. Tidak boleh tambah lagi,” ucap Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Selasa (3/7/2018) malam.

Dia pun akan melakukan beberapa pengadaan becak listrik. Serta, pelatihan OK OCE bagi pengendara becak. “Mereka (Pihak Sebaja) minta disediakan becak listrik. Jadi ini yang kita inginkan. Mereka tetap tidak diperkenankan keluar dari daerah sana atau ke jalan protokol,” tegas Sandiaga. 

Pihak Sebaja juga meminta Pemprov DKI Jakarta melegalkan status becak sebagai transportasi umum. Namun, Sandi belum bisa berjanji karena masih terbentur Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Jadi, saya bilang sabar, kita akan lihat bagaimana inovasi regulasinya supaya mereka bisa menjadi bagian dari kearifan lokal, tapi tidak melanggar peraturan," imbuhnya.