Jakarta > Pemerintahan

Sumarsono : Musrenbang Harus Jadi Penyatu Perbedaan

Jumat, 17 Maret 2017 16:19 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Plt Gubernur DKI Sumarsono
Plt Gubernur Sumarsono
Foto : istimewa

Share this





Permasalahan dalam Musrenbang yang bisa diselesaikan di tingkat kota, maka tidak perlu diusulkan ke tingkat provinsi.

JAKARTA – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) harus bisa menjadi penyatu perbedaan pandangan dari berbagai pihak, baik dari kelompok bisnis, pemerintah, dan unsur masyarakat lainnya.

Hal tersebut dikatakan Sumarsno saat membuka Musrenbang di Kantor Wali Kota Jakarta Barat (17/3/2017).  "Itu esensi musyawarah. Untuk itu, saya minta ada titik temu yang dimusyawarahkan yakni pembangunan di Jakarta Barat untuk 2018," katanya.

Sumarsono melanjutkan, untuk permasalahan yang bisa diselesaikan di tingkat kota, maka tidak perlu diusulkan ke tingkat provinsi.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi mengatakan, Musrenbang Jakarta Barat membahas 340 kegiatan bidang administrasi dan kesejahteraan rakyat dengan nilai anggaran Rp 392 miliar.

Sedangkan untuk bidang perekonomian sebanyak 303 kegiatan dengan anggaran 1,1 triliun, dan bidang pemerintahan 1.739 kegiatan dengan anggaran Rp 673 miliar. Anas melanjutkan, pihaknya akan mengutamakan program prioritas, yakni normalisasi kali dan pembangunan jalan inspeksi.

“Selanjutnya penanganan kemacetan, pengamanan aset, penataan PKL kawasan Jalan Cengkeh, dan pembangunan kantor Lurah Jembatan Besi dan Jembatan Lima," tuturnya.