Jakarta > Pemerintahan

Info Komuter

Stasiun Dituding Biang Macet, Ini Tanggapan PT KCI

Jumat, 05 Januari 2018 10:54 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)
Foto : istimewa

Share this








PT KCI menolak tudingan sejumlah pihak terkait 17 stasiun yang menjadi biang macet.

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) angkat bicara terkait 17 stasiun yang dituding sebagai biang kemacetan. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila saat menggelar konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). 

Dikatakan Fadhila, pihaknya merasa terganggu dengan kabar tersebut. Dia dengan tegas membantah tudingan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tersebut. 

"Sebanyak 17 stasiun disebut bikin macet agak kurang pas. Sebetulnya macetnya di mana. Kalau macetnya di luar area stasiun, ya bukan kewenangan kami. Itu stakeholder lain yang seharusnya mengatur lalu lintas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadhila menyampaikan keberatannya jika stasiun-stasiun tersebut dituding sebagai biang kemacetan. Bahkan, Ia menyindir pihak-pihak lain yang seharusnya bekerja mengatur arus lalu lintas di sekitar stasiun.

"Saya tidak tersinggung. Tapi bagi kami, stasiun tidak membuat macet. Kami mengatur penumpang dan membantu pemerintah. Saat penumpang butuh angkutan lanjutan setelah naik KRL, jangan ke kami. Bukan saya egois atau tidak mau tahu, tapi dinas terkait yang langsung dalam hal pengaturan lalu lintas, mohon bekerja," bebernya. 

Lebih lanjut kata Fadhila, jika stasiun-stasiuun ini masih dianggap sumber kemacetan, Ia akan memberikan solusi dengan mengurangi perjalanan kereta. Namun, dengan lebih tegas, jika itu terjadi penumpang kereta rel listrik (KRL) akan mulai memadati jalan raya. 

“Kalau betul-betul KRL yang angkut banyak orang bikin macet. Ya saya kurangi perjalanannya. Artinya suplai ke stasiun akan berkurang, orang akan pindah ke jalan raya. Itu saja pilihannya," tandasnya.