Jakarta > Pemerintahan

Menanti Upah Layak 2018

Soal UMP 2018, Sandiaga: Kami Sudah Cari Jalan Tengah

Jumat, 03 November 2017 09:52 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

UMP 2018
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Sandiaga menilai besaran UMP 2018 sudah cukup relevan meski nilainya masih di bawah tuntutan dari para serikat pekerja.

JAKARTA - Wakil Gubenur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyayangkan banyak masyarakat yang tidak setuju dengan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.  Menurut Sandi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mencari jalan tengah dengan menetapkan UMP DKI Jakarta sebesar Rp 3.648.035.

"Yah, ini yang kadang membuat sedih dan terenyuh, karena tentunya pengambil keputusan sudah mempertimbangkan berbagai faktor. Kami berusaha mengambil jalan tengah," ujarnya di Balai Kota, Jakarta, Kamis (2/11/2017) malam.

Berdasar survei, angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) hanya berkisar Rp 3.1 juta. Sedangkan tuntutan teman-teman serikat pekerja jauh lebih tinggi.

"Survei KHL itu Rp 3,1 juta yang sudah disepakati di dewan pengupahan. Kita mencari jalan tengah mengambil dan kita mempertimbangkan bahwa juga ekonomi sangat melemah tuntutan dari para masyarakat yang belum dapat pekerjaan. Unemployed sangat tinggi dan kita ingin pastikan bahwa dunia usaha bisa gerak," paparnya.

Sandiaga juga menegaskan jika ia dan rekannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memegang teguh janjinya saat kampanye. Dengan besaran nilai UMP, kata Sandi, itu menjadi salah satu bukti jika pemimpin yang baru dilantik pada 17 Oktober 2017 itu berpihak kepada kaum lemah.

"Kami tidak akan pernah lari dari komitmen untuk menyejahterakan kaum pekerja. Kami hadir untuk berikan solusi. Dari penghasilan mereka dan penurunan biaya hidup teman-teman. Kalau dihitung adalah sebagai bukti bahwa Anies-Sandi berpihak ke kaum lemah, yang termarjinalkan," pungkasnya.