-->
Jakarta > Pemerintahan

Soal Pohon Imitasi, Anies Sandi Kompak Jawaban Tidak Tahu

Senin, 04 Juni 2018 10:28 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Yatti Febriningsih

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tidak tahu perihal pemasangan pohon imitasi yang menjadi viral di media sosial.

JAKARTA - Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menjadi sorotan. Kali ini soal pohon imitasi yang berada trotoar di beberapa tiga jalan utama di Jakarta. 
 
Pohon imitasi ini kabarnya diinisiasi oleh  Sudin Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat. Namun, niat untuk memperindah jalanan ibukota justru menuai kritik. 
 
Menggapai hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengapresiasi tindakan Sudin Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta untuk mempercantik ibukota. Hanya saja, politisi Partai Gerindra itu menyayangkan letaknya yang mengganggu pejalan kaki. .
 
“Tapi sayangnya ini menimbulkan tentunya menghalangi jalan dari pada pengguna trotoar, udah sempit ini ditaro lagi seperti itu," ujar Sandi di Jakarta baru-baru ini. 
 
Di lain kesempatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku kaget soal keberadaan pohon imitasi itu. Menurutnya, pemasangan pohon itu dilakukan tanpa koordinasi mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. 
 
“Ya ngawur aja, nggak tahu idenya siapa, tapi ada petugas dari sudin energi pusat masang tanpa pemberitahuan. Tanpa izin mereka kerjakan,” kata Anies
 
Anies juga menyayangkan soal letak pemasangan pohon imitasi yang tidak mempertimbangkan jalur untuk pejalan kaki. Hal ini tentu saja mengganggu para pegguna jalan yang melintas. 
 
Terkait ini, Anies menegaskan sudah memerintahkan untuk mencabut pohon imitasi itu. “Begitu kita lihat ya langsung cabut," tegas Anies. 
 
Untuk diketahui, bersamaan dengan polemik pohon imitasi, beredar kabar proyek ini diajukan Dinas Kehutanan yang anggarannya mencapai miliaran rupiah. 
 
Parahnya lagi, beredar di media sosial pemenang tender dari proyek ini adalah perusahaan fiktif bernama PT Cahaya Perisai Afiyah yang  lokasnya dikabarkan berada di gang sempit yang beralamat di Jalan Patriot Dalam No. 27 A, Jakasampurna, Bekasi Barat. 

    -->