Jakarta > Pemerintahan

Sistem Ganjil Genap, Pemprov Siapkan 10 Bus TransJakarta di 45 Trayek

Senin, 02 Juli 2018 14:15 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Yatti Febriningsih

Sistem ganjil genap
Ilustrasi pemberlakuan sistem ganjil genap
Foto : istimewa

Share this








Terkait perluasan sistem ganjil genap, Pemprov DKI Jakarta menyediakan tambahan 20 bus TransJakarta dengan 45 trayek perjalanan yang ada saat ini.

JAKARTA - Pemerintah mulai melakukan uji coba perluasan ganjil genap ke jalan arteri di Jakarta mulai hari ini, Senin (2/7/2018). Terkait hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI menyediakan tambahan bus TransJakarta untuk titik-titik trayek perluasan diberlakukan.

Kepala Dinas Perhungan (Kadishub) DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut nantinya akan ada penambahan 10 bus untuk setiap trayeknya. “Jadi gini, kita menyiapkan untuk program kebijakan ganjil genap hampir sekitar 45 trayek, itu feeder-feeder yang terintegrasi dengan koridor busway,” ujar Andri di Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018).

Semua titik-titik trayek pemberlakuan ganjil genap ini juga akan terhubung dengan semua koridor TransJakarta yang ada.

“Contoh untuk MT Haryono-Gatot Subroto-Slipi sampe Tomang, ini kita siapin layanannya. Ini ada Blok M-Kota, Pinang Ranti-Kota, PGC-Grogol ini kan BRT, nah kita siapkan non BRT juga Stasiun Manggarai-Blok M, TMII-Pancoran, Pasar Minggu-Tanah Abang, Bekasi-Kuningan,” urainya.

Andri menegaskan kebijakan ganjil genap ini, selain untuk memperlancar perhelatan Asian Games, juga ditujukan untuk mengubah masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.

“Obatnya cuma satu. Bagaimana masyarakat mau menggunakan angkutan umum massal. Nah yang kita siapkan tidak hanya di ruas koridor busway tetapi kita siapkan di jalan arteri,” lanjut Andri

Uji coba ganjil genap di jalan arteri ini akan berlaku selama satu bulan ke depan hingga 1 Agustus 2018. Andri menargetkan kebijakan ini bisa mengurangi kemacetan sebesar 25-30 persen.

“Nah, ini kan djalan arteri ini yang kita siapin. Nanti efektifnya seperti apa, kita nanti lihat dengan hasil evalusi,” pungkasnya.