Jakarta > Pemerintahan

Selama Asian Games, 35 Masjid di Jaktim Dilarang Sembelih Hewan Kurban

Selasa, 10 Juli 2018 15:15 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Yatti Febriningsih

ilustrasi sembelih sapi
Ilustrasi sembelih sapi.
Foto : istimewa

Share this








Larangan sembelih hewan kurban di 35 masjid di Jaktim untuk menghindari agar kuda-kuda di arena Asian Games 2018 Equestrian Park, tak terjangkit penyakit.

JAKARTA - Selama pelaksanaan Asian Games pada 18 Agustus 2018, Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta secara tegas melarang 35 masjid di kawasan Jakarta Timur (Jaktim) menggelar pemotongan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha yang jatuh 22 Agustus 2018.

Larangan itu dikeluarkan berdasarkan instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 123 tahun 2017 soal pengendalian pemotongan dan penampungan hewan kurban. Di mana 35 masjid tersebut jaraknya dekat dengan arena berkuda Equestrian di kawasan Pulo Mas, Jaktim.

Menanggapi kabar tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku sudah melakukan sosialisasi terhadap wali kota Jakarta dan camat supaya masyarakat memahami larangan itu dan bisa memahami adanya instruksi.

“Itu sudah di sosialisasikan sejak lama. sudah sejak lama walikota, camat, menyampaikan bahwa, masyarakat sudah tau itu,” ujar Anies di Jakarta, Senin (10/7/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menuturkan alasan kuat soal larangan penyembelihan hewan kurban karena menghindari atau mengantisipasi supaya kuda-kuda tidak terjangkit penyakit seperti antraks. Di mana penyembelihan hewan kurban atau pengumpulan hewan kurban terkadang ada saja masalah penyakit yang diderita dari hewan tersebut.

“Karena disana ada Equistrian yang kuda-kudanya memiliki sensitivitas dan aturan tentang binatang yang berada di sekitar sana sangat ketat,” tutur Anies.

Ia pun secara tegas meminta masyarakat khususnya di Jaktim untuk memahami keputusan itu demi kelancaran menjadi tuan rumah ajang Asian Games 2018 yang mana baik dari segi keindahan dan kesehatan menjadi sorotan bagi mata dunia.

“Kami berharap masyarakat memahami karena ini bukan sesuatu yang terjadi tiap tahun, ini 56 tahun yang lalu dan diseluruh dunia aturannya sama. Mari kita tunjukan bahwa Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik dan warga Jakarta bisa jd tuan rumah yang baik,” pintanya.

Ke 35 masjid yang dimaksud adalah yang berada di enam kelurahan di antaranya Kelurahan Kayu Putih, Rawamangun, Pulogadung, Jati, Kelapa Gading Barat, dan Kelapa Gading Timur. Posisi masjid yang berada dalam radius satu kilometer dari venue Jakarta Equestrian Park menyebabkan masjid tersebut harus di-sterilisasi saat idul adha agar terhindar dari virus atau berbagai penyakit hewan.