Jumat, 23 Februari 2018 14:14:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih
Sebelum Dilaporkan, DPRD Ingatkan Kebijakan Anies Langgar Aturan
Kawasan Tanah Abang.
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ikut angkat bicara terkait Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan LSM Cyber Indonesia ke Polda Metro Jaya. Kali ini anggota DPRD Fraksi PDIP Gembong Warsono menilai pelaporan penutupan Jalan Jatibaru tersebut bentuk kritikan warga terhadap kinerja pemimpinnya.

“Saya kira itu langkah positif, saya apresiasi itu yang dilakukan masyarakat hingga melaporkan kebijakan gubernur (Anies) ke Polda Metro Jaya," kata Gembong saat dihubungi di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Alasan utama pelaporan tersebut, kata Gembong karena kebijakan Anies menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar. Bahkan sebelum dilaporkan, beberapa rekannya di legislatif mengingatkan kebijakan Anies dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno melanggar peraturan.

"Dua perda dilanggar, yang pertama peraturan daerah tentang rencana detil tata ruang dan pelanggaran perda tentang ketertiban umum. Yang ketiga UU tentang lalu lintas," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ke Polda Metro Jaya dengan nomor polisi: LP/995/II/2018/PMJ.Dit Reskrimsus tertanggal 22 Februari 2018.

Dalam laporan tersebut, Anies diduga melanggar Pasal 12 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Jalan karena menggunakan Jalan Jati Baru untuk berjualan para pedagang kaki lima (PKL).

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda