Selasa, 17 Juli 2018 15:38:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Yatti Febriningsih
Sandiaga Sebut Angka Kemiskinan di DKI Jakarta Menurun
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Ist)
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta melalui data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan angka kemiskinan dan gini ratio tahun 2018. Penurunan itu tercatat sejak September 2017 hingga Maret 2018 sebanyak 3,57 persen atau setara dengan 373.120 orang. 

Data penurunan tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun 2017 yakni 3.78 persen atau 393.130 orang. Artinya, presentase warga Jakarta yang berkategori miskin turun 0.21 persen atau setara dengan 20.010 orang selama enam bulan terakhir Jakarta dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

“Jika dibandingkan bulan Maret 2017 kita memperoleh 3.77 persen atau 389.69 ribu orang dan meningkat pada semester berikutnya (0,01 persen atau 3.44 ribu orang),” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balaikota, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Sandiaga melanjutkan, penurunan angka kemiskinan harus dimanfaatkan secara baik untuk memotivasi kinerja jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mana dalam kurun waktu empat tahun terakhir tidak juga turun. Salah satu faktor penurunan angka kemiskinan itu adalah nilai inflasi sehingga kondisi perekonomian harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan kembali.

“Jadi, ini tentunya menjadi penyemangat kita. Dan faktor yang mendorong menurunnya tingkat kemiskinan yaitu inflasinya bisa terjaga dan lapangan kerja yang mulai bisa ditingkatkan, ada penurunan angka tingkat pengangguran terbuka,” katanya

Sebagai tindaklanjut, untuk menekan angka kemiskinan, nantinya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggalankkan program-program pengendalian harga pangan murah melalui tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan BUMD pangan.

Berdasarkan catatan, komoditi makanan masih berperan cukup signifikan terhadap Garis Kemiskinan dibandingkan peranan komoditi lainnya seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2018 tercatat sebesar 66.46 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2017 yaitu sebesar 66.27 persen. 

Komoditi yang paling penting bagi penduduk miskin adalah beras, bulan Maret 2018 berhasil menyumbang pengeluaran terhadap Garis Kemiskinan Makanan DKI Jakarta sebesar 23.72 persen. Selain beras, barang-barang kebutuhan pokok lain yang berpengaruh cukup besar terhadap Garis Kemiskinan Makanan adalah rokok kretek filter 15.89 persen, daging ayam ras 7.63 persen, telur ayam ras 6.49 persen, mie instan 3.99 persen, kopi bubuk dan kopi instant 2.81 persen, daging sapi 2.47 persen, susu kental manis 2.31 persen, dan kue kering/biskuit 2.29 persen. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda