Jakarta > Pemerintahan

Rencana Ganjil Genap Kendaraan Roda Dua Masih Dibahas

Selasa, 20 Juni 2017 14:21 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yatti Febriningsih

Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansyah.
Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansyah.
Foto : istimewa

Share this








Rencana ganjil genap untuk kendaraan roda dua dilakukan karena melihat kondisi lalu lintas di Jakarta yang semakin macet.

JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah membenarkan tentang rencana pembatasan kendaraan roda dua di beberapa ruas jalan seperti Jalan Rasuna Said, Jalan Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto. Rencana tersebut masih dibahas oleh instansi terkait dan akan diberlakukan jika sudah siap.

Namun, rencana tersebut rupanya sudah mulai banyak dikhawatirkan warga, Khususnya yang sering melintasi kawasan tersebut. "Kenapa masyarakat khawatir sih, kemarin juga khawatir, khawatir melulu, bagaimana kita momentum itu mendorong masyarakat untuk benar-benar menggunakan angkutan umum," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Selasa (20/6/2017). 

Andri mengatakan ide tersebut lantaran melihat kondisi lalu lintas kota Jakarta yang semakin hari semakin padat. Oleh karena itu, dia menegaskan salah satu cara yang dilakukan adalah memberlakukan pembatasan dengan upaya ganjil-genap bagi kendaraan roda dua.

"Ide itu berdasarkan saat dilakukan rapat forum rapat lalulintas di Polda metro jaya terkait situasi Jakarta yang memang semakin macet, karena disebabkan banyaknya pembangunan yang saat ini sedang giat-giatnyanya dilakukan. Jadi ada ide pembatasan sepeda motor dengan rute ganjil genap," tuturnya.

Andri melanjutkan, saat ini kebijakan tersebut masih dalam rencana dan belum ada pembahasan lebih lanjut. Kendati begitu, dia memastikan rencana ini akan dilakukan secara terbuka dan akan dikaji bagaimana penerapannya jika rencana tersebut diberlakukan nantinya. 

"Lokasi ganjil genap itu aja kan baru pembahasan, makanya tenang aja, ngga usah galau dulu. Kalau tahap FGD segala macem kan pasti diundang, terbuka kok kita. Tetapi itu juga harus dipersiapkan baik rambunya, baik markanya, baik personelnya.  Kalau sudah siap semuanya, baru disosialisasikan, baru diujicobakan," tandasnya.