Senin, 06 Agustus 2018 13:12:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Yatti Febriningsih
Potensi Berlanjutnya Ganjil-Genap, Sandiaga: Lihat Sampai Oktober
Ilustrasi razia kendaraan ganjil-genap.
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI audah resmi menerapkan siatem gajil genap di Jakarta sejak Rabu (1/8) lalu. Kebijakan ini guna memperlancar lalu lintas selama perhelatan ajang Asian Games 2018 pada 18 Agustus - 2 September mendatang. 

Namun, sayangnya Pemprov DKI  belum bisa memutuskan kebijakan ganjil genap tetap diberlakukan pasca perhelatan ajang Asian Games 2018. Untuk memutuskan kebijakan tersebut harus melalui beberapa tahap pertimbangan dan evaluasi secara matang. 

“Belum ada (rencana penambahan), liat nanti sampai bulan Oktober. Kita jangan berspekulasi, kita lihat hasilnya bagaimana menurunkan kemacetan dan juga pengaruhi kualitas udara,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Kendati begitu, Sandiaga mengklaim bahwa dalam sepekan kebijakan ganjil genap membawa dampak baik untuk kondisi Jakarta. Hal ini terlihat dari adanya penurunan pada kemacetan hingga kondisi udara tapi masih tetap perlu dilakukan pengkajian. 

Dari beberapa sekian warga yang terdampk tilang sempat menuturkan minimnya rambu-rambu yang menyatakan bahwa ada pemberlakuan ganjil genap, Sandiaga akan menindaklanjuti dengan jajaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta supaya menerjunkan anggotanya lebih banyak lagi.
 

Dengan begitu diharapkan pengemudi roda empat bisa memahami bahwa jalur yang akan dilewati terdampak ganjil genap. “Nanti akan dikordinasikan dengan Dishub dan akan ditempatkan petugasnya bersama dengan shelternya,” lata Sandiaga.

Selain menambah petugas, Pemprov DKI Jakarta juga akan meminta Dishub memperbanyak rambu-rambu tentang ganjil genap sehingga tidak ada lagi penilangan. “Ya nanti akan di tambah rambu, dan di masif kan sosialisanya, jadi ditambah,” pungkasnya. 

Untuk pemberlakukan sistem ganjil-genap sendiri akan dilakukan selama 15 jam setiap harinya dan dimulai sejak pukul 06.00 hingga pukul 21.00 WIB. Kebijakan itu berlaku untuk kendaraan pribadi khususnya roda empat dan operasionalnya dilakukan setiap hari termasuk hari Sabtu dan Minggu.

Adapun jumlah ruas jalan yang diberlakukan uji coba perluasan kawasan pembatasan lalu lintas Ganjil Genap, antara lain; 

-  Jalan Medan Merdeka Barat  

-  Jalan MH. Thamrin  

-  Jalan Jenderal Sudirman  

-  Jalan Sisingamangaraja  

-  Jalan Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan-simpang Slipi)

-  Jalan Jenderal S Parman (simpang Slipi-simpang Tomang)

-  Jalan MT Haryono (simpang UKI-simpang Pancoran-simpang Kuningan)

-  Jalan HR Rasuna Said  

-  Jalan Jenderal DI Panjaitan (simpang Pemuda-simpang Kalimalang-simpang UKI)

-  Jalan Jenderal Ahmad Yani (simpang Perintis – simpang Pemuda)

-  Jalan Benyamin Sueb (simpang Benyamin Suep-Kupingan  Ancol) dan  

- Jalan Metro Pondok Indah (simpang Kartini – Bundaran Metro Pondok Indah-simpang Pondok Indah-simpang Bungur-simpang Gandaria City-simpang Kebayoran  Lama)

- Jalan RA Kartini.  

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda