Selasa, 09 Januari 2018 13:23:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Induk Beras Tjipinang Food Station, Jalan Pisangan Lama, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Rabu (27/12)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Induk Beras Tjipinang Food Station, Jalan Pisangan Lama, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Rabu (27/12)
Foto : Ronald Tanoso
 

JAKARTA – Pendistribusian yang tersendat menjadi faktor harga berad di Jakarta dan sekitarnya berada di atas Rp 10.000. Solusinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menggelontorkan 3000 ton beras ke beberapa pasar di Ibu Kota.

“Melonjaknya karena pasar mengantisipasi lemahnya pasokan dan disinyalir ada beberapa aliran distribusi, rantai distribusi yang tersendat. Jadi, itu yang kami akan dorong,” ungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta Selasa (9/1/2017).

Kenaikkan harga beras yang melambung tinggi, kata Sandi sangat memberatkan masyarakat. Terutama bagi warga yang tingkat perekonomiannya berada pada level menengah ke bawah.

 “Sekarang sudah di angka Rp. 11 ribu malah ada beberapa pasar yang merangkak mendekati angka Rp. 12 Jadi, ini untuk beras yang dikonsumsi kelas menengah ke bawah. Ini sangat memberatkan masyarakat,” lanjutnya.

Untuk itu, ia memastikan penyaluran 3000 ton beras berjalan dengan lancar. Hal ini kata Sandi lantaran ia sendiri merupakan ketua umum dari Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APSI).

“Sebagai ketua umum APSI, saya juga mengeluarkan maklumat bahwa diminta para pedagang tidak menahan produk beras dan langsung menyakurkannya kepada masyarajat karena stoknya cukup,” pungkasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda