-->
Jakarta > Pemerintahan

Pengadaan Pohon Imitasi Sudah Sejak 2017, Kenapa Baru Sekarang Ribut?

Selasa, 05 Juni 2018 10:18 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Pohon imitasi
Pohon imitasi yang terpasang di Jalan Thamrin. (foto-foto; Facebook Koalisi Pejalan Kaki)
Foto : istimewa

Share this








Pengadaan pohon imitasi memang sudah dilakukan sejak 2017. Bahkan, sejak zaman gubernur sebelumnya.

JAKARTA – Sebanyak 48 pohon imitasi sebelumnya sudah terpasang di trotoar sepanjang Jalan Merdeka Selatan, Jalan Merdeka Barat hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Namun, karena banyaknya kritik, puluhan pohon itu kembali dicabut.

Kritikan menyoal peletakan pohon yang menghalangi pengguna jalan. Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta yang baru, Yuli Hartono tidak menampik. Memang ada yang peletakannya tidak benar. Namun, hanya beberapa saja.

"Ada satu titik yang memang menghalangi pejalan kaki. Yaitu (terlihat) di media warnanya hijau. Lalu ada satu warna putih yang ada di tengah-tengah line kuning (untuk) difable itu," ungkap Yuli dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Taman Jatibaru , Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018).

Selanjutnya, dia akan segera melakukan koordinasi kembali dengan dinas terkait penataan ulang pohon tersebut. Sebab, pengadaannya sudah mulai dilakukan sejak tahun 2017 di titik yang sama. Tidak ada perubahan dari zaman pemerintahan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Pada pemerintahan Ahok, pemasangan pohon hanya untuk menyemarakan event-event hari besar daerah dan nasional sekaligus hari keagamaan. Seperti HUT Kota Jakarta, Idul Fitri, Natal, hingga Tahun Baru. Namun, untuk saat ini ia akan menunggu perintah pihak-pihak terkait, apakah pohon akan dipasang kembali atau tidak.

Baca Juga: Cahaya Lampu Pohon Plastik Meredup, Begini Penjelasannya

"Kami amankan dulu ini pohon. Saya akan rencanakan ulang. Saya akan berkomunikasi dengan Pak Wali lagi, dengan Pertamanan, Pariwisata, baiknya gimana. Kalau ada perintah pasang lagi, ya di pasang lagi," pungkasnya.

    -->