A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/rjakarta.php

Line Number: 270

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/rjakarta.php

Line Number: 271

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/rjakarta.php

Line Number: 272

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/rjakarta.php

Line Number: 273

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/rjakarta.php

Line Number: 275

Rabu, 29 Juni 2016 15:28:08
Editor : | Reporter :
Pemudik Keluhkan Harga Tiket Bus
Foto : istimewa
 

KALIDERES – Sejumlah calon pemudik di Terminal Kalideres, Jakarta Barat mengeluh tingginya harga tiket bus kelas AC dan Eksekutif pada mudik tahun ini. Pasalnya, kenaikan harga tersebut mencapai 100 persen dari hari biasa.

Calon penumpang bernama Ahmad (32) hanya bisa pasrah membayar tiket dengan harga tinggi untuk menuju kampung halamannya di Palembang, Sumatera Selatan. Menurutnya, kenaikan tersebut cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 80 persen saja.

"Mau bagaimana lagi, harga semua PO bus tidak jauh berbeda. Paling hanya beda Rp 5.000 saja," tutur Ahmad kepada infonitas.com, Rabu (29/6/2016).

Sementara itu, seorang penjaga loket PO Bus LORENA Muksin (27) menjelaskan, harga tiket bus AC tujuan Lampung naik 100 persen. Harga normal Rp 160.000, namun saat arus mudik mencapai Rp 320.000. "Kenaikan disebabkan karena bus dari Lampung kosong penumpangnya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres Revi Zulkarnain menjelaskan, pemerintah hanya mengatur harga tiket bus kelas Ekonomi saja. Sistemnya diatur menggunakan tarif atas dan bawah. "Mereka bebas menentukan harga, asalkan dalam range harga tarif atas dan bawah," jelasnya.

Untuk tarif AC dan Eksekutif, Revi menerangkan, pemerintah mengaturnya dengan sistem per kilometer. Jarak tempuh bus dikalikan perkilometer seharga Rp 155. "Jadi akan ada persaingan harga yang sehat. Penumpang sendiri yang menentukan mau naik bis apa sesuai dengan fasilitas yang diinginkan," tutupnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda