Jakarta > Pemerintahan

Pilkada DKI 2017

PBNU Minta Paslon dan Pendukung Agar Saling Silaturahim

Selasa, 18 April 2017 19:35 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Sumber : dbs

jakarta
Ilustrasi PBNU
Foto : istimewa

Share this





Pilkada merupakan proses demokrasi yang harus dihormati oleh semua pihak, karena yang memilih adalah rakyat dan hasilnya untuk rakyat.

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta, siapapun yang kalah di Pilkada DKI 2017 bisa berjiwa kesatria dan legawa. Terlebih kedua paslon merupakan putra terbaik bangsa, baik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat maupun paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno harus menerimanya dengan lapanga dada.

Menurut Wakil Ketua Umum PBNU, Maksum Machfoed siapapun yang menjadi pemenang, tidak usah berlebihan dan larut dalam euforia. Apalagi ini adalah proses demokrasi yang harus dihormati oleh semua pihak, karena yang memilih adalah rakyat dan hasilnya untuk rakyat.

“Setelah Pilkada ya sudah selesai. Yang menang enggak usah berlebihan, yang kalah ya harus legowo karena itu pilihan publik,” ujar Maksum seperti berita yang disunting dari Republika.co.id, Selasa (18/4).

Dia menambahkan jika, euforia para pendukung sebaiknya jangan berlebihan, apalagi sampai melakukan hal-hal yang bisa memancing emosi pasangan yang kalah.

“Kadang-kadang itu mengerikan. Setelah itu malah ramai, nanti yang menang malah membuat kepala gundul dan sebagainya, membuat momen menyakitkan bagi yang kalah itu,” ucapnya.

Menurutnya kalah menang merupakan kehendak illahi robbi, sehingga paslon dan pendukungnya harus tetap menjaga silaturahim apapun nanti hasil yang akan keluar, dan perlu menjaga kedamaian tidak membesar-besarkan amarah karena kekalahan.

“Semuanya kita saling silaturrahim. Kemudian jangan sampai membesar-besarkan kemarahan,” katanya.