-->
Jakarta > Pemerintahan

Pasca Bom Surabaya, Pemprov DKI Kerahkan 36 Ribu Petugas Pengamanan

Senin, 14 Mei 2018 15:51 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

bom
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Pemprov DKI mengerahkan 36 ribu petugas pengamanan guna memastikan Ibu Kota bebas dari ancaman teror.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menurunkan sebanyak 36 ribu petugas guna menjaga situasi dan kondisi di Jakarta, khsususnya di tempat ramai seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, maupun lalulintas yang kerap dilalui warga Jakarta beraktivitas.

Ini seiring bim bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur yang terjadi pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018) pagi pukul 08.50 WIB.

“Semua dalam posisi siaga lebih dari 36 ribu saat kita berbicara ini sedang bertugas dilapangan, memastikan semua objek vital di Jakarta dalam posisi aman dan bisa merespon cepat atas semua laporan yang ada dari masyarakat,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/5/2018).

Pemprov DKI terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak keamanan meliputi Kepolisian, Kodam Jaya, Satpol PP hingga forumkoordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) memastikan perkembangan keamanan di Jakarta pasca ledakan bom di Surabaya-Jawa Timur.

“Sampai dengan tadi pagi pun kita masih komunikasi terus , bahkan tidak lama Sebelum saya datang ke sini saya bicara dengan pak Kapolda (Irjen Pol Idham Azis) memantau perkembangan terakhir,” ucapnya. 

Dengan pengaman yang super ketat mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menghimbau warga Jakarta supaya tidak panik jika menemukan sesorang dengan gerak-gerik mencurigakan karena di setiap wilayah baik RT, keamanan lingkungan, dan Polisi telah siap meneria laporan. 

Laporan itu sangat dibutuhkan untuk menghindari pemberitaan hoaks atau bohong yang mudah beredar di tengah-tengah peristiwa gencar seperti ledakan bom di Surabaya. 

“Tidak perlu panik, tidak perlu menunjukan sikap sikap yang berlebihan dan bila menemukan ada tanda-tanda mencurigakan, jangan menyebarkan kekhawatiran apalagi hoax tetapi laporkan kepada aparat terdekat minimal bisa langsung melapor kepada ketua rw ketua RT, yang nanti langsung akan dilaporkan,” tukasnya.

    -->