-->
Jakarta > Pemerintahan

Pasca Bom di Surabaya, Anies Minta Warga Ibu Kota Tidak Panik

Senin, 14 Mei 2018 15:40 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Anies meminta warga Ibu Kota tidak panik. Jakarta dalam kondisi siaga dan aman terkendali.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghimbau warga Jakarta agar tidak khawatir beraktivitas. Ini sebagai dampak maraknya berita terkait insiden bom bunuh diri yang terjadi kemarin di Surabaya-Jawa Timur.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menunjukkan sikap tenang. Tidak perlu panik, tidak perlu menunjukan sikap-sikap yang berlebihan dan bila menemukan ada tanda-tanda mencurigakan, jangan menyebarkan kekhawatiran apalagi hoax,” tutur Anies di Balaikota, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Kendati begitu, Anies tetap meminta masyarakat tetap waspada. Segera lapor bila melihat sesuatu hal mencurigakan kepada pihak berwajib. 

“Karena pagi ini dalam pembicaraan tadi juga kami diskusikan sudah banyak beredar kabar-kabar. Ada peristiwa ini ada yang mencurigakan itu yang akhirnya hanya menimbulkan kecemasan,” kata dia

Secara umum, tambah Anies, Jakarta sudah siap siaga, aman terkendali, dan tidak ada masalah apa-apa. “Tentu kita harus waspada terus dan memantau perkembangan yang terjadi. Secara umum aparat keamanan dalam kondisi siap dan menjaga sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, tiga gereja di Surabaya menjadi sasaran aksi terorisme di antaranya Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno. Malam harinya pukul 21.00 WIB bom bunuh diri kembali terjadi di rusunawa Wonocolo Sidoarjo hingga menyebabkan korban mencapai 17 orang pada Minggu (13/5/2018).

Tidak hanya itu, akhir teroris terus terjadi pagi tadi, Senin (14/5/2018) pukul 08.50 WIB, kali ini aksinya lebih berani karena terjadi tepat di pintu Mapolrestabes Surabaya di Jalan Sikatan-Surabaya dan parahnya aksi bom bunuh diri dilakukan pelaku bersama anaknya. 

    -->