Jakarta > Pemerintahan

Ngetem di Tempat Terlarang, Izin Trayek Angkot Dicabut

Senin, 17 November 2014 16:10 WIB
Editor : | Reporter :

Penertiban Angkot Jakbar
Sudinhub Jakbar gelar razia angkutan umum yang ngetem sembarangan.
Foto :

Share this








JAKARTA - Kasie Wasdal Sudinhub Jakarta Barat, Imam Selamet mengatakan, pihaknya akan mencabut izin trayek bagi Angkutan Umum (Angkot) yang berulang kali kedapatan mengetem di zona larangan berhenti. Di hari perdana, hukuman itu diberlakukan Dishub dengan telah menilang 35 kendaraan.

“Di hari perdana ini, 35 angkot kami tilang dalam dua jam,” kata Imam kepada wartawan di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (17/11/2014). Imam menambahkan, Izin trayek akan dicabut jika kendaraan tercatat melakukan tiga kali pelanggaran yang sama. Kata Imam, Mereka berjanji akan melakukan razia setiap hari sampai para supir angkot terbiasa tak ngetem di zona terlarang.

Menurutnya, razia ini merupakan tindakan atas laporan masyarakat yang mengeluhkan kemacetan akibat supir angkot yang parkir sembarangan. Para supir angkot itu, kata Imam, telah melanggar Undang-undang nomor 22 tahun 2009, dan Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2014, tentang zona larangan menghentikan kendaraan. “Ke depannya pasti ada yang kami cabut izin trayeknya. Kita lihat reaksi supir angkot yang bandel,” terangnya.

Razia angkot yang dilakukan Dishub terlihat cukup rapi. Pasalnya, informasi razia tak bocor ke telinga para supir angkot seperti biasanya. Seperti yang terjadi di depan Stasiun Kota. Puluhan petugas Dishub datang secara tiba-tiba, mengagetkan para supir angkot yang mengetem di Stasiun Tua itu.

Supir angkot kocar-kacir saat melihat rombongan Dishub melalui kaca spion. Sebagian dari mereka berhasil tancap gas, melesat menuju arah Gajah Mada. Sisanya, pasrah menunggu petugas Dishub dan aparat kepolisian mencegatnya.