Jakarta > Pemerintahan

Nasib 'Pak Ogah' Tergantung Gubernur Selanjutnya

Rabu, 13 September 2017 14:08 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

pak ogah
Istimewa
Foto : istimewa

Share this








Untuk APBD DKI Jakarta 2017 sudah tidak bisa lagi dimasukan penganggaran gaji para Pak Ogah.

JAKARTA – Pasca Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menolak mengucurkan dana pengupahan bagi sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) atau Pak Ogah, kini pihak Ditlantas Polda Metro Jaya berharap dari gubernur selanjutnya, yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan, untuk APBD DKI Jakarta 2017 sudah tidak bisa lagi dimasukan penganggaran gaji para Supeltas. 

"Dari Gubernur ini menyampaikan di tahun 2017 ini tak ada anggarannya. Mungkin di tahun 2018 bisa dianggaran," kata Halim di Polda Metro Jaya, Rabu (13/9/2017).

Oleh sebab itu, Halim mengungkapkan akan mengharapkan Gubernur DKI selanjutnya yakni Anies Baswedan untuk bisa memasukan penganggaran Supeltas pada 2018. "Iya tunggu Gubernur baru," jelas Halim.

Meskipun begitu, lanjut Halim, saat ini Supeltas yang berjumlah 500 orang sudah mulai mengatur lalu lintas. Namun, tidak dibawah naungan Dit Lantas Polda Metro Jaya dan masih mendapatkan upah dari masyarakat dalam bentuk uang terima kasih.

"Untuk pelaksanaan Supeltas, kami tunda untuk penggunaan pakaian. Karena pakaian dan atribut atribut kami siapkan, mesti ditunda karena nunggu yang membiayai. Kalau namanya saat ini, dapat 'ucapan terimakasih' dari yang dibantu. Tapi untuk seragamnya, tulisan Supeltas termasuk kewenangan mengatur lalin, belum kami lakukan," tutup Halim.